PhET “Projectile Motion” Tingkatkan Pemahaman Belajar Fisika Tentang Gerak

Agus Wahyudi, S.Pd. Guru Fisika SMA Negeri 1 Polanharjo

Pembelajaran fisika melibatkan berbagai besaran atau variabel fisis yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Berbagai variabel fisis dapat diubah-ubah sehingga siswa dapat memahami konsep dan hubungan antarkonsep. Oleh karena itu pembelajaran secara teoritis saja tidak akan cukup untuk membuat siswa dapat memahami secara komprehensif materi pembelajaran, khususnya tentang gerak parabola. Berdasar pemikiran ini maka penulis menggunakan media praktikum berbasis software untuk membantu siswa di SMA Negeri 1 Polanharjo memahami konsep gerak parabola. Dengan software ini siswa untuk dapat mengubah˗ubah  variabel˗variabel  yang  ada  di  dalam  gerak  parabola  seperti  massa  (m), kecepatan awal (v0), sudut elevasi (Ɵ), posisi awal (y0), dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap variabel lain dalam gerak parabola tersebut.

Adapun media/software yang dimaksud tersebut adalah simulasi PhET (Physics Education and Technology) “Projectile Motion”. PhET “Projectile Motion” merupakan sebuah media yang bisa memvisualisasikan tentang gerak parabola sehingga siswa dapat melihat langsung dan mengoperasikan sendiri, tidak hanya membayangkan kejadian yang sebenarnya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, termasuk kehadiran komputer dan internet, memungkinkan setiap orang untuk belajar dan mengembangkan diri secara mandiri. Hasil teknologi berupa simulasi yang dapat diunduh secara gratis dan memungkinkan pembelajaran berlangsung tanpa harus tatap muka dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Alasan lain penulis memilih PhET Simulation ini adalah karena ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa simulasi PhET ini sangat efektif untuk membantu siswa dalam memahami konsep fisika. Dengan program ini siswa lebih real mengamati fenomena yang ada (Wuryaningsih., 2014)

Selain media pembelajaran, yaitu simulasi PhET “Projectile Motion”, diperlukan modul praktikum mandiri sehingga pembelajaran ini dapat terstruktur dan mudah dipahami oleh siswa. Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan˗batasan dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya (Fidiana., 2012).

Proses pembelajaran yang dilakukan sebelum praktikum dimulai yaitu membagikan modul praktikum yang di dalamnya terdapat review materi mengenai gerak parabola, yaitu mendefinisikan gerak parabola, menentukan variabel gaya (F), percepatan (a), dan kecepatan (v) pada komponen x dan y. Setelah itu, semua siswa diminta untuk memasang software simulasi PhET “Projectile Motion” di laptop mereka sesuai dengan petunjuk yang ada di dalam modul. Setelah memasang software tersebut, siswa ditugaskan untuk memulai kegiatan praktikum virtual dengan mengabaikan gesekan udara dan memperhatikan gesekan udara dengan cara mencentang/mengklik bagian “Air Resistance” atau gesekan udara dan dicatat semua hasilnya. Akhir dari kegiatan yang dilakukan siswa adalah menganalisis hasil yang didapat kemudian membuat kesimpulan.

Di akhir pembelajaran dilakukan evaluasi terhadap siswa kemudian hasilnya dianalisa secara deskriptif kualitatif untuk menentukan efektivitas pembelajaran dengan modul praktikum yang mengintegrasikan simulasi PhET “Projectile Motion” terhadap pemahaman konsep siswa mengenai gerak parabola. Hasil yang diperoleh di SMA Negeri 1 Polanharjo yaitu lebih dari 80% siswa dapat mengikuti langkah-langkah yang harus dikerjakan dan nilai hasil evaluasi terendah 68 dan tertinggi 96 serta lebih dari 85% siswa telah mencapai nilai melampaui KKM. Hal ini menunjukkan bahwa PhET “Projectile Motion” terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa belajar fisika tentang gerak dan dapat dijadikan salah satu referensi untuk melaksanakan pembelajaran efektif di masa pandemi ini.

Oleh : Agus Wahyudi, S.Pd.

Guru Fisika

SMA Negeri 1 Polanharjo