PIP Semarang Gelar Seminar Transportasi Ramah Lingkungan

SEMINAR - PIP Semarang mengadakan Seminar Nasional Transportasi dan Keselamatan (SaiNTifiK) dengan tema Transportasi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan. Foto:fik/jatengpos

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Transportasi laut di Indonesia masih memiliki tantangan yang beragam, termasuk tingginya angka kecelakaan dan pencemaran. Untuk mendapatkan ide dan gagasan cemerlang dari para dosen, dan para peneliti, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang memberikan wadah dalam gelaran Seminar Nasional Transportasi dan Keselamatan (SaiNTifiK), yang dilaksanakan di Auditorium Balai Mas Pardi Gedung Serba Guna, dihadiri tamu undangan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), para presenter, dosen, dan taruna-taruni, pada 22 Mei 2024.

Seminar ini dibuka oleh Plt. Kepala BPSDMP Ir. Subagiyo, M.T., dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, swasta, masyarakat, termasuk akademisi. Para ahli transportasi dan pakar keselamatan dari berbagai tempat berkumpul untuk membahas berbagai tantangan dan solusi dalam mewujudkan transportasi yang lebih aman dan nyaman.

Para pembicara dalam seminar ini memaparkan berbagai topik melalui daring antara lain Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Dr. Capt. Tri Cahyadi, M.H., M.Mar., Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan, dan Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D., IPM., Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Satu-satunya narasumber yang hadir luring yaitu Prof. Ir. Sunaryo Ph.D., CEng. FIMarEST IPU., Guru Besar Universitas Indonesia. Materi yang disampaikan terkait solusi untuk meningkatkan keselamatan transportasi, seperti penerapan teknologi baru, peningkatan infrastruktur, pengelolaan limbah bahan bakar kapal untuk mencegah pencemaran , edukasi peran transportasi dalam pembangunan berkelanjutan kepada masyarakat, termasuk pengembangan transportasi ramah lingkungan dan inklusif.

Para peserta seminar yang telah menyampaikan karya ilmiahnya juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi ide tentang bagaimana mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan transportasi yang lebih aman dan nyaman di Indonesia dalam kelas pararel. Seminar Nasional ini merupakan kegiatan akademis yang dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh semua pemangku kepentingan.(akh/jan)