PKL Alun-Alun Batang Keluhkan Penutupan Jalan

123
TUTUP JALAN - Penutupan jalan kawasan Alun alun Batang oleh petugas PPKM Darurat dikeluhkan para pedagang.

JATENGPOS.CO.ID,  BATANG – Sejak pemberlakuan PPKM Darurat, jalan menuju Alun-alun Batang ditutup.  Hal ini dikeluhkan para pedagang kaki lima yang berjualan disekitarnya. Sebab,  nyaris tak ada pembeli yang mampir ke lapak mereka. “Sejak ada PPKM darurat ini penjualan anjlok. Sehingga banyak pedagang memilih tak jualan karena sepi pembeli,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Alun-alun Batang, Gun Indrawanto.

Gun menuturkan, para pedagang sudah berusah mentaati aturan pemerintah, dengan tidak menyediakan makan ditempat. “Semua pembelian dibawa pulang,” cetusnya. Namun, penutupan  jalan ke Alun-alun membuat masyarakat tak bisa mampir ke lapak. “Kita berharap pemerintah memberi kelonggaran untuk membuka  akses jalan, dan kalo mau ditutup, menutupnya  pada jam 20.00 WIB, agar masih ada pembeli yang datang,” pinta Gun Indrawanto.

 Wakil Ketua DPRD Batang H Nur Faizin, menilai penutupan jalan memberikan kesan pemerintah kurang memikirkan nasib para pedagang. “Kam sadari, ada aturan PPKM Darurat. Namun,  pemerintah juga harus  memikirkan nasib pedagang kaki lima. Jika mereka tidak bisa jualan, bagaiana memenuhi kebutuhan makan,” ujar Nur Faizin yang juga Pembina Pedagang Kaki Lima Kecamatan Subah ini.

Dia mengajak para pedagang tidak hanya bergantung pada penjualan langsung. Tapi juga memanfaatkan market place, atau aplikasi penjualan online. “Jadi pedagang masih  bisa berjualan mencari nafkah secara online, ini akan lebih aman dan menjaga kelangsungan usahanya,” tutur H Nur Faizin.  (Rita/Didik)