Beranda Ekonomi PLN Sudah Berikan Solusi Untuk Pelanggan

PLN Sudah Berikan Solusi Untuk Pelanggan

31

 

*Terkait Video Viral Pemerasan ‘Oknum’ Petugas PLN

 

BREBES- PLN angkat bicara terkait beredarnya video viral dan pemberitaan mengenai adanya dugaan pemerasan yang dilakukan petugas PLN kepada salah satu pelanggannya di Brebes, Jawa Tengah.

Sebelumnya, seorang pedagang kopi asal Brebes, Bustanul Arifin, mengeluh telah diperlakukan tidak adil oleh petugas PLN dan dianggap telah melakukan pelanggaran. Selain itu, beredar pula video dari pelanggan yang mengaku dirinya diperas oleh petugas PLN.

Menanggapi hal tersebut, Manager Unit Layanan Pelanggan Brebes, Eggie Ergian menjelaskan, pelanggan atas nama Bustanul Arifin teridentifikasi dalam sistem Aplikasi Catat Meter Terpusat. Dalam sistem tercatat, penggunaan listrik pelanggan tersebut masuk kategori Rumah Tangga R1/450 dengan angka meter yang menurun dari bulan sebelumnya.

“Berdasarkan pemeriksaan petugas PLN, dari hasil baca meter petugas tiap akhir bulan menunjukkan stand meter mundur (kode kelainan stand mundur). Petugas kemudian mendatangi rumah tersebut serta melakukan cek kWh meter yang disaksikan oleh pelanggan,” jelasnya.

Dikatakan, hasil pengecekan di lapangan ditemukan bahwa piringan kWh meter berputar berlawanan arah (berputar ke kiri), yang mengakibatkan mundurnya angka stand meter. Lantas, petugas mengecek pengawatan kWh meter dan ditemukan kondisi tidak sesuai standar.

“Petugas pun langsung menyampaikan kepada pelanggan dan mengarahkannya datang ke kantor ULP (Unit Layanan Pelanggan) untuk menyelesaikan Tagihan Susulan sebagai penyelesaian administrasi atas pelanggaran yang dilakukan,” kata Eggie.

Eggie menambahkan, sesuai pernyataan dari pelanggan kepada petugas PLN yang mendatanginya, rumah tersebut sempat direnovasi dan diawasi oleh saudaranya (adik). Tidak diketahui apakah ada pengubahan pada sisi meteran pada saat dilakukan renovasi rumah. Faktanya, angka penggunaan listrik yang tercatat dalam sistem PLN memperlihatkan pengubahan tersebut yang ditandai dengan menurunnya angka stand meter.

“Secara teknis, bila dilakukan pemindahan kabel masuk dan keluar pada terminal kWh meter, piringan akan berjalan ke arah sebaliknya dan penggunaan listrik tidak dapat diukur secara akurat. Hal tersebut termasuk salah satu pelanggaran,” tambah Eggie.

Menurut Eggie, petugas PLN pun telah menjelaskan jika setiap pelanggan yang melakukan pengubahan pada meteran yang mengakibatkan tidak berfungsinya pencatatan meter, akan dikenakan sanksi. Bahkan, PLN pun memahami keberatan pelanggan akan sanksi yang diberikan, dan memberikan jalan keluar dengan cara mengangsur tagihan susulan pelanggaran sebesar Rp1.246.539.

“Saat diberikan solusi pembayaran tagihan susulan secara mengangsur, pelanggan justru memilih melunasi tunai tagihan susulan tersebut pada tanggal 29 Juni 2020. Namun kemudian pelanggan tersebut membuat rekaman video yang mengatakan bahwa dirinya diperas oleh petugas PLN,” ungkapnya.

Eggie pun menegaskan jika tidak ada pemerasan dalam kasus tersebut. Namun yang terjadi adalah adanya pelanggaran Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

“Atas hal itu, PLN berkewajiban memberikan sanksi berupa denda sesuai pelanggaran yang dilakukan berdasarkan prosedur yang jelas. Dan PLN pun sudah berupaya untuk memberikan solusi dan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” tegas Eggie Ergian.(aln)