PLN Tanam 4000 Pohon Pakan Lebah, Berdayakan Kampung Madu Kedungpoh Yogyakarta

JATENGPOS.CO.ID, YOGYAKARTA – Sebagai tindak lanjut pemberian bantuan pengembangan Eduwisata Kampung Madu di Desa Kedungpoh Lor, Gunung Kidul, Yogyakarta pada tahun 2023 lalu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta melakukan penanaman pohon untuk pakan lebah madu. Penanaman pohon yang dilaksanakan secara bertahap pada minggu keempat Januari 2024, turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebanyak 50 pohon kelengkeng dan alpukat ditanam untuk dijadikan pakan lebah madu. Budidaya pohon kelengkeng dan alpukat sengaja dipilih karena menyediakan sumber pakan bagi lebah berupa nektar dari bunga kelengkeng dan alpukat. Dari tahun 2022 hingga 2024 PLN UID Jawa Tengah dan DIY telah  menyalurkan bantuan berupa bibit pohon sejumlah 4.070 yang terdiri dari bibit pohon durian, alpukat, kelengkeng, cepot, jeruk, kopi, jambu air, mangga madu, jengkol, burahol pala serta tanaman hortikultura.

Bantuan pengembangan Kampung Madu ini diharapkan tidak hanya meningkatkan sektor ekonomi, namun juga sebagai upaya PLN UID Jawa Tengah dan DIY dalam menjaga kelestarian alam, keanekaragaman hayati dan penguatan pada kegiatan digitalisasi.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Bambang Retnoaji mengungkapkan bahwa Fakultas Biologi UGM memberikan apresiasi kepada PLN dan Pemkab Gunung Kidul atas kepedulian terhadap pemberdayaan desa setempat.

“Jadi selain pohon ini nanti akan menghasilkan nektar yang bermanfaat bagi lebah, di sisi lain lebah juga dapat membantu penyerbukan tanaman sehingga dapat meningkatkan produksi petani buah. Bagaimanapun juga, kami dari perguruan tinggi tidak akan bisa mengimplementasikan keilmuan yang ada kepada masyarakat kalau tidak ada support dari PLN dan pemerintah setempat. Melalui sinergi ini kita bisa merealisasikannya,” ungkap Bambang.

Bambang juga membenarkan bahwa Fakultas Biologi UGM telah terlibat aktif dalam pemberdayaan Kampung Madu Kedungpoh sesuai dengan potensi masyarakat yang sudah ada. Ia berharap, seiring berjalannya waktu, UGM dapat berkontribusi dalam mengintegrasikan peternakan, pertanian dan juga UMKM pada masa yang akan datang.

Apresiasi turut disampaikan oleh Wakil Bupati Gunung Kidul, Heri Susanto. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Eduwisata Kampung Lebah Madu adalah program yang sangat kolaboratif dan sangat inklusif, juga bisa direplikasi di tempat lain di Gunungkidul.

“Sinerginya sudah tampak betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kedungpoh. Karena ini adalah proses yang panjang, bukan hari ini saja. Diawali dengan madu, kemudian penanaman pohon untuk pakan dan sampai sekarang penghijauan kampung tetap terjaga, ini luar biasa dan kami apresiasi sekali,” ungkap Heri.

Ditemui secara terpisah, General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi menyampaikan bahwa wujud kepedulian PLN terhadap Kampung Madu Kedungpoh Lor sudah berjalan dari tahun 2018 dengan total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 705.000.000,-.

“Sejak tahun 2018 PLN bersama dengan UGM bersinergi melakukan berbagai kegiatan untuk pegembangan Kampung Madu Desa Kedungpoh ini. Mulai dari pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar tentang diversifikasi produk madu dan hasil pertanian, hingga pemberian sejumlah fasilitas yang diharapkan dapat memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Soffin.

Sejumlah bantuan yang telah disalurkan diantaranya pengadaan koloni dan peti lebah, penanaman pohon-pohon pakan lebah madu, pengadaan perlengkapan perawatan pohon pakan lebah madu, pembangunan pasar sore, pembangunan joglo serta pemberian edukasi kepada masyarakat dari awal pembudidayaan hingga menjadi produk siap jual. Soffin menambahkan, dalam proses pengembangan Kampung Madu ini PLN juga bekerjasama dengan Rumah BUMN Gunungkidul yang melakukan pendampingan dalam penjualan produk, teknik pemasaran digital serta optimalisasi Madu Kedungpoh sebagai komoditas lokal yang siap ekspor.

“Kami juga berterima kasih atas kerja sama dari seluruh pihak seperti UGM, Pemerintah Daerah bersama masyarakat Kedungpoh Lor. Kami berharap bantuan TJSL yang diberikan dapat memberikan dampak multiplier effect bagi desa ini. Dengan bercocok tanam, dengan teknologi pertanian dari UGM maka akan bisa meningkatkan produktivitas dari tanaman, sayuran, hortikultura maupun peternakan lebah di Gunung Kidul ini,” imbuh Soffin.(Aln)