Polda Jateng Usulkan Perbedaan Hari Libur Lebaran 2024

Antisipasi Kelonjakan Jumlah Pemudik **

Keterangan : Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, tengah memberi keterangan terkait skema lalulintas dalam menghadapi libur Lebaran 2024 yang diprediksi akan ada kenaikan jumlah pemudik. FOTO : DOK/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Usulan Polda Jateng terkait pengaturan hari libur Idul Fitri 2024 agar tidak sama harinya, untuk mengantisipasi puncak arus mudik 2024, mendapat respon dari Kakorlantas Polri.

Masa libur lebaran 2024 mendatang, diprediksikan mencapai 200 juta pemudik yang akan melewati jalur lalulintas di Jawa Tengah.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan menghimbau melalui menteri perhubungan untuk mengatur libur sekolah, ASN swasta.

“Jadi yang kerja di kantor bisa melalui haibird, ada yang kerja dikantor bisa melalui daring. Kalau semua masyarakat nanti kembali pada hari Minggu atau tanggal 14 April, dimungkinkan akan terjadi penumpukan,” ungkap Irjen Aan usai mengunjungi GT Kalikangkung, belum lama ini.

Dijelaskan, bahwa perkiraan sementara arus mudik yang keluar di Jakarta Cikampek mengalami peningkatan sebanyak lima sampai enam persen pada lebaran tahun ini tepatnya pada (14/4/ 2024).

“Kalau secara nasional dari angka 187 juta tadi, jika naik sekitar 5-6 persen ya sekitaran 200 juta akan melakukan perjalanan mudik. Ini masih prediksi, kita juga akan melakukan survey lagi nantinya,” jelasnya.

Kakorlantas, menyebut bahwa saat ini kepolisian telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi arus mudik lebaran termasuk liburan.

Ditlantas Polda Jawa Tengah juga akan melakukan evaluasi termasuk melakukan cara bertindak dilakukan Polri maupun stakeholder terkait

“Saat ini sudah bisa terbentuk. Setidaknya ada tiga kluster untuk kemungkinan atau tempat tempat yang nantinya menjadi bagian,” ujarnya.

Untuk klaster pertama adalah permasalahan di Jalan tol. Terdapat lima yang menjadi permasalahan yang timbul di jalan tol baik arus mudik maupun arus balik.

“Pertama menyangkut rest area. Masih menjadi trouble spot. Ini nanti akan kita kelola bagaimana membatasi masyarakat menggunakan rest area dan penggunaan kelonjakan area rest area itu sendiri. Termasuk toilet portabel. Sehingga arus lalulintas di rest area bisa lancar dan berikutnya adalah di Gate Tol”, imbuhnya.

Menurutnya permasalahan yang terjadi adalah katanya dengan  saldo atau pembayaran e money. Kerapnya ada yang tidak mencukupi saldo. Sehingga rawan menimbulkan kepadatan.

“Kita sudah siapkan untuk menambah pelayanan ke gate tol tersebut. Kemudian juga menambah personil,” tandasnya.

Terkait pelaksanaan one way, ia juga sudah menghimbau Polda Jawa Tengah untuk selalu aktif menyampaikan informasi terkait pelaksanaan one way tersebut.

Untuk yang Keempat, terkait angkutan barang untuk mengurangi beban arus lalu lintas di jalan tol. Kelima, masih adanya kendaraan yang bermasalah sehingga bisa mempengaruhi arus lalulintas yang ada di belakangnya, perlambatan dan menimbulkan kemacetan.

Sedangkan untuk Kluster kedua adalah penanganan di Jalan arteri. Namun sudah dilakukan persiapan di beberapa trouble spot. Nantinya, Ditlantas Polda Jawa Tengah juga akan mengelola dengan stakeholder yang lain untuk memperlancar arus lalulintas. (ucl)