Polres Bersama Pemkot Surakarta Sidak Pil PCC

Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Surakarta di TKP Setiabudi Solo. FOTO : ADE UJIANINGSIH/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID. SOLO  – Terbongkarnya terbongkarnya pabrik “paracetamol caffein carisoprodol” (PCC) di Semarang dan pusat penjualan di Solo mendapat perhatian dari Pemeritah Daerah setempat.

Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Surakarta bersama Pemkot Surakarta melakukan sidak di toko penjualan bahan obat dan apotik di Solo, Selasa (5/12/2017).

Pada operasi razia pil PCC tersebut dipimpin oleh Kasat Narkoba Polresta Surakarta Edy Sulistyanto, sedangkan dari Pemerintah daerah dipimpin langsung Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo awalnya menuju tempat penjualan bahan-bahan obat “Bratachem” di Jalan Dr Rajiman Solo.

Tim gabungan bersama petugas Dinas Kesehatan Kota Surakarta memeriksa gudang bahan obat Bratachem yang merupakan perusahaan impotir terbesar nasional yang memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Tim gabungan kemudian melakukan sidak di toko obat Apotik Kondang Waras Jalan Dr. Rajiman No.275 Solo. Tim gabungan untuk sementara tidak menemukan obat terlarang PCC.

Menurut Kasat Narkoba Polres Kota Surakarta Kompol Edy Sulistyanto Polres Kota Surakarta bersama Dinas Kesehatan setempat yang dipimpin langsung Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo melihat langsung daftar bahan obat yang dijual semuanya lengkap dan tidak ditemukan indikasi-indikasi penyimpangan di tempat penjualan bahan obat Bratachem di Jalan Dr. Rajiman Solo ini.

Edy Sulistyanto mengatakan tim sudah mewancarai pimpinan Bratachem, menyatakan setiap kostamer yang mengambil barang dari perusahaannya harus melalui prosedur yang ditetapkan atau menggunakan persyaratan yang harus dipenuhi antara lain surat pernyataan, identitas KTP, dan kegunaan bahan kimia itu.

“Kami tidak menemukan barang PCC di toko bahan obah dan sejumlah apotik di Solo,” katanya.

Kendati demikian, phaknya bersama Pemkot Surakarta akan terus melakukan sidak disemua tempat yang di Surakarta. Pihaknya melakukan mengantisipasi meski dari pengakuan tersangka pabrik PCC di Solo, barang banyak dikirim ke luar Jawa.

Namun, pihaknya tetap melakukan operasi penyisiran di semua lokasi-lokasi di Surakarta. Polisi akan buktikan bahwa pil PCC tidak ada di wilayah ini.

Menurut Pimpinan Kantor cabang Bratachem Solo, Sadad Khadafi, Bratachem merupakan inportir bahan obat terbesar nasional. Kantor cabang antara lain ada Aceh, Medan, Palembang, Jabotabek, Lampung, Makassar, Bali, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Tegal, Kudus, dan Solo.

Sadad menyebutkan, ia sebagai importir bahan kimia memiliki beberapa divisi. Diantaranya termasuk menyuplai di apotik, rumah sakit, pabrik farmasi seperti Konimex, bahkan hampir di semua kolam renang. (ant/muz)