Beranda Jateng Polri dan TNI Buka Dapur Umum

Polri dan TNI Buka Dapur Umum

54
DAPUR - Anggota Polri dan TNI saat bertugas di Dapur umum yang berada di Simpang Lima.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Anggota Polri dan TNI bekerja sama membuka dapur umum di kawasan Simpang Lima, Semarang. Makanan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti tukang parkir, ojek online, dan masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi virus Coronaatau COVID-19 saat ini.

Dapur umum dibuka di mobil milik Brimob Polda Jateng dan para kokinya yaitu anggota TNI dan Polri. Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan dibukanya dapur umum tersebut merupakan hasil iuran para anggota TNI maupun Polri.

“Ini satuan Brimob dan Batalyon di TNI di Jateng melaksanakan bahkti sosial berupa dapur umum. Ada 11 titik, di Semarang di Simpang Lima. Ini juga hasil iuran,” katanya Jumat (17/4).

Sabanyak 11 titik tersebut yakni di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, Kota Pekalongan, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Purworejo.

Selain dapur umum, Polda Jateng juga menyalurkan bantuan berbagai alat pelindung diri (APD) kepada 86 rumah sakit rujukan virus Corona se-Jawa Tengah. Bantuan tersebut berasa dari saweran anggota Polda Jateng dan anggota Polres seluruh Jateng yang terkumpul sekitar Rp 1,5 miliar.

“Seluruh bantuan ini kami adakan dari donasi sukarela dan secara ikhlas anggota polisi dan PNS yang sudah sebutkan jumlahnya, di Polda Rp 300 juta di Polres-polres Rp 1,25 miliar. Kami beri ke yang membutuhkan dan ke tenaga medis,” jelas Rycko.

Sementara itu Komandan Sat Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Tory Kristianto menambahkan, menu untuk hari pertama yaitu ayam goreng, oseng kacang panjang, tempe dan mie. Pembagian makanan ini dilakukan oleh anggota TNI dan Polri kepada warga yang membutuhkan.

“Teknis pembagiannya kita lihat masyarakat yang biasa di jalan, seperti tukang parkir, ojol, yang jelas masyarakat kecil,” jelasnya.

Ia menjelaskan, hari pertama ini akan dilihat responnya, jika bagus akan diteruskan dan kemungkinan untuk selama Ramadhan. Jumlah makanan yang dibagikan di hari pertama ini sekitar 400 porsi di setiap titik dapur umum.

“Kita coba dulu, kalau bisa optimal akan teruskan. Kita di satu titik bisa 350 sampai 400 porsi,” lanjutnya.(akh)