Beranda Jateng PP Salatiga Tolak RUU HIP

PP Salatiga Tolak RUU HIP

47
Garda Pancasila : Pengurus MPC PP Salatiga saat mengecek nama lapangan Pancasila yang sebelumnya tidak ada di awal tahun lalu. Bukti kecintaan terhadap Pancasila. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – MPC Pemuda Pancasila ( PP) Kota Salatiga menolak tegas Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila ( RUU HIP) yang digulirkan oleh DPR. Organisasi ini juga siap untuk mengamankan fatwa MUI yang secara tegas menolak semua isi RUU HIP.

“ Prinsip kami sangat menolak RUU HIP, karena PP merupakan organisasi yang menjadi garda terdepan yang harus mempertahankan Pancasila. Mengapa disebut Pemuda Pancasila, karena secara historis lahirnya PP akibat dirongrongnya Pancasila di republik ini,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila Eko Niryogo.

Dijelaskan dia, kekhawatiran PP Salatiga tentang keantian Pancasila sudah masif, mengingat bisa jadi idiologi yang anti Pancasila sudah masuk ke legislasi, pemerintah dan sebagainya. Bila hal itu terjadi maka keputusan-keputusan yang diambil tidak memiliki nafas idiologi Pancasila.

“ Bila pengambil kebijakan di pusat tidak memiliki nafas idiologi Pancasila, maka kebijakan yang diambil pun juga jauh dari idiologi,” imbuhnya.

Dikatakan Eko, MPC PP Salatiga meminta DPRD Salatiga kembali melakukan kajian inisiatif yang penrah di ajukan oleh DPRD di tahun 2014 tentang Raperda tentang wawasan kebangsaan.

” Salah satunya di raperda itu dibuatknya lembaga pendidikan Pancasila. Dewan memang menyambut baik usulan kita dan akan dimunculkan kembali bahwa nantinya haus ada pendidikan Pancasila tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya siapa yang akan melaksanakan, MPC PP Salatiga siap menjadi lembaga penyelanggara pendidikan Pancasila. Bentuknya apa, nanti mekanisme bisa disinergikan dengan Kesbangpol dan Diknas.

“ Jadi idiologi Pancasila harus dibumikan kembali di masyarakat sehingga bukan hanya kebijakan-kebijakan bernafas Pancasila namun juga perilaku manusia di Salatiga harus bernafaskan Pancasila, karena kami melihat hal ini sudah mulai luntur,” tandasnya.

Eko juga menolak dengan tegas penjabaran dalam RUU HIP dimana Pancasila dirangkum kembali menjadi Trisila dan Ekasila yaitu Gotongroyong.

“ Kami juga siap untuk mengamankan fatwa MUI terkait penolakan RUU HIP. Sikap kami sangat tegas dan tidak bisa ditawar-tawar, menolak RUU HIP,” pungkasnya. (deb)