Presidium Aktivis Sukoharjo Siap Kontrol Kebijakan Sosial dan Pemerintah

Aktivis Sukoharjo saat membentuk wadah Presidium Aktivis Sukoharjo untuk mengontrol sosial dan pemerintah. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Sejumlah tokoh aktivis Sukoharjo sepakat bergabung membentuk wadah Presidium Aktivis Sukoharjo. Mereka sepakat mengkritisi sejumlah masalah sosial kemasyarakatan dan pemerintah, yang muncul di Sukoharjo.

“Kami sepakat bergabung berjuang bersama sebagai penyeimbang dan mengontrol kebijakan dan kepentingan publik. Karena saat ini kami melihat makin bias atau terabaikan kepentingan dan suara publik. Tidak ada lagi kontrol atas kebijakan pemerintah,” kata Simon Purba, Sekjen Presidium aktivis Sukoharjo, usai pertemuan anggota Kamis (2/2).

Simon mengatakan di Sukoharjo, banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang harusnya menjadi kontrol kepekaan sosial, namun sudah lama tidak terdengar gaung suaranya.

“Presidium Aktivis Sukoharjo bukan organisasi, kita tidak di bawah siapapun, tidak ada ketua hanya ada Sekjen sebagai koordinator. Kita terdiri dari bermacam kelompok, baik itu LSM, aktivis seni, budaya, sosial kemasyarakatan dan komunitas.” Imbuh Simon.

Presidium Aktivis Sukoharjo diperkuat sejumlah tokoh lawas, selain Simon Purba, tokoh LSM kawakan, juga ada Kuswanto mantan ketua KPU Sukoharjo, Dableg SS tokoh senior LSM, Bambang Hermanto dan Joko Ngadimin pegiat seni yang terkenal hingga mancanegara, Pratiknyo tokoh pemuda dan masih banyak lagi.

“Pertemuan perdana kali ini kita kritisi masalah pemanggilan ASN oleh Bawaslu. Terlepas dari kepentingan apapun ASN harus netral, itu yang harus dipahami sekarang. Masyarakat bisa menilai apakah ASN di Sukoharjo saat ini netral tidak khususnya dalam dukungan politik untuk kepentingan pilkada,” tegas Simon. (Dea/biz/rit)