PSDKU Undip Kampus Rembang Kembangkan Emping Jagung Skala Rumahan untuk Peningkatan Kesejahteraan Warga Desa Pamotan

PENGABDIAN : Program Pegembangan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) yang dilakukan oleh para dosen Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) D3 Manajemen Kampus Rembang Universitas Diponegoro melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi pelaku usaha skala rumahan di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabuaten Rembang, Minggu (20/11/2022). Foto : Dok/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, REMBANG – Kegiatan Program Pegembangan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) yang dilakukan oleh para dosen Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) D3 Manajemen Kampus Rembang Universitas Diponegoro melaksanakan terobosan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi pelaku usaha skala rumahan dan warga setempat yang diselenggarakan di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabuaten Rembang, Minggu (20/11/2022).

Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) D3 Manajemen Kampus Rembang Universitas Diponegoroe diketuai oleh Dr. Andriyani, S.E., M.M. , melakukan terobosan kegiatan yaitu Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat. Adapun, selaku ketua pelaksana kegiatan yaitu Annisa Qurrota A’yun, S.E., M.M., dibantu dengan dua anggota dosen lainnya yaitu Dea Nurita, S.E., M.Sc & Lela Lestari, S.M., M.M. Kegiatan ini diselenggarakan agar bisa bermanfaat bagi banyak orang. Terutama untuk memberitahukan kepada warga setempat terkait bahaya penggunaan kapur sirih yang dicampurkan ke dalam makanan.

Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat ini sebagai terobosan bagi masyarakat di desa Pamotan. Di desa ini terdapat beberapa pengusaha UMKM terutama usaha emping jagung. Ketua pelaksana dalam sambutannya mengatakan, penggunaan tambahan bahan kapur dalam makanan memiliki lebih banyak dampak negatif dibandingkan dampak positifnya bagi kesehatan. “Penggunaan bahan kapur sirih ini tidak dianjurkan untuk dicampurkan ke dalam makanan,” ujarnya.

Program Pengembangan Pemberdayaan ini dihadiri oleh beberapa peserta yaitu dari kader PKK, kader Posyandu, Kader Dawis, Kader PPKBD, dan beberapa produsen pengolah emping jagung dan juga satu narasumber yang didatangkan yaitu Bapak Hakim yang sudah memiliki usaha emping jagung lebih dari 10 tahun.

Usaha Pak Hakim termasuk usaha yang paling lama bisa disebut pioneer – nya emping jagung Pamotan, dikarenakan usaha tersebut adalah turun temurun dari orangtua nya, dan sekarang diteruskan oleh beliau sebagai anaknya.

Dalam sosialisasi ini, warga dijelaskan tentang bahayanya penggunaan bahan kapur sirih dalam makanan dan bagaimana cara pengolahan emping jagung yang baik dan benar. Selain itu, juga diajarkan bagaimana cara pelabelan dan pengemasan produk yang baik dan benar untuk menambah nilai jual produk.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pengolahan Emping Jagung Tanpa Bahan Kapur yang merupakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat diharapkan bisa membantu warga setempat dan para pengusaha UMKM supaya bisa lebih mengembangkan produk. Kegiatan ini ditutup dengan sesi lomba membuat label dan mengemas produk semenarik dan sebaik mungkin yang didasarkan pada kriteria pembuatan label yang baik dan benar. (biz/rit)