Puluhan Sapi Terjangkit LSD

Waspasa LSD: Pedagang ternak di pasar hewan diminta waspada terhadap penularan virus LSD pada ternak yang dijual-belikan

JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – Puluhan ekor sapi di Kabupaten Klaten terjangkit Lumpy Skin Desease (LSD) dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten masih melakukan analisa terkait penyebab dan penyebaran virus tersebut.

“Berdasar pendataan yang kami lakukan, ada 81 ekor sapi yang terjangkit virus LSD tersebut. Saat ini kami masih melakukan analisa,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Klaten, Triyanto, Minggu(22/1).

Penyakit ini, imbuh Triyanto, mulai terdeteksi menyerang ternak di Klaten sejak Desember 2022 lalu. Adapun penyebarannya terjadi di delapan kecamatan, seperti Tulung, Jatinom, Wonosari, Kemalang, Bayat, Klaten Utara, Kebonarum dan Jogonalan.

“Gejala yang paling terlihat pada sapi yang terjangkit LSD adalah menurunnya nafsu makan hingga demam,” tambah Triyanto.

Lebih lanjut Triyanto menjelaskan, penyebaran virus tersebut diduga dari nyamuk atau lalat yang hinggap serta berpindah dari satu sapi ke sapi yang lain. Namun untuk memastikannya, DKPP masih terus melakukan pemantauan pada sapi-sapi yang terjangkit LSD di masing-masing wilayah.

“Terus kita observasi dan pantau. Hasilnya nanti kami jadikan bahan untuk menganalisa penyebab pastinya,” jelas Triyanto.

Berkaitan dengan hal itu, Triyanto meminta kepada peternak untuk tetap menjaga kebersihan sapi dan kandangnya. Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dari penularan dan penyebaran virus LSD.

“Kebersihan kandang dan sapi harus terus dijaga. Selain itu, kami juga berencana melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan,” pungkas Triyanto. (aya/ sgt)