Rasio Elektrifikasi Jateng-DIY Tembus 99,9%

- PERBAIKAN LISTRIK- Petugas PLN tengah melakukan perbaikan jaringan listrik. FOTO : IST/ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jateng dan DIY mencatat, hingga akhir tahun 2022, rasio elektrifikasi di provinsi Jawa Tengah dan DIY sudah mencapai 99,9℅ lebih. Dari data tersebut menunjukkan jika hampir seluruh desa hingga dusun di kedua provinsi sudah teraliri listrik.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Ahmad Mustaqir mengatakan, daerah yang belum teraliri listrik hanya sebagian kecil saja. Wilayah yang belum tertembus jaringan listrik biasanya berada di daerah perbukitan, serta sebagian wilayah kepulauan.

“Hanya 0,1% saja daerah di Jateng dan DIY yang belum bisa menikmati aliran listrik PLN. Ini biasanya karena wilayahnya benar-benar sangat sulit dijangkau jaringan listrik, seperti pelosok pegunungan serta di sebagian wilayah Nusakambangan,” katanya.

Menurut Ahmad, PLN terus berkomitmen untuk terus menjangkau pelayanannya kepada seluruh masyarakat. Harapannya, seluruh masyarakat yang berada di daerah-daerah pelosok bisa segera menikmati aliran listrik PLN.

“PLN terus berupaya memperluas jaringannya hingga seluruh masyarakat di Jateng-DIY, hingga ke pelosoknya bisa menikmati listrik,” ungkapnya.

Dari sisi jumlah pelanggan, lanjutnya, saat ini di Jateng dan DIY sudah ada 12,7 juta pelanggan. Jumlah tersebut masih didominasi pelanggan rumah tangga yang mencapai sekitar 95%, dan sisanya pelanggan industri serta sosial.

“Total pelanggan PLN di Jateng dan DIY tahun 2022 sudah mencapai 12.7 juta lebih,” ujarnya.

Ditambahkan, tahun 2022 ini banyak inovasi yang dilakukan PLN, seperti elektrifikasi pertanian, peternakan dan perikanan. Sejumlah daerah di Jateng dan DIY sudah banyak sektor pertanian yang kini menggunakan pompa diesel dengan listrik.

Tak hanya itu, lanjutnya, sektor peternakan ayam dan lainnya dengan skala besar juga menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih hemat. Begitu juga dengan para petambak udang yang kincir airnya sudah menggunakan listrik, bukan BBM lagi.

“Dengan menggunakan tenaga listrik, biaya operasional lebih murah, bahkan hemat 45 persen, sehingga diharapkan produknya meningkat dan mampu bersaing sehingga meningkatkan pendapat petani, peternak, petambak dan lainnya,” ujarnya.

Sementara, PLN juga terus meningkatkan layanan melalui layanan premium. Adapun untuk pelanggan listrik premium saat ini total telah mencapai 512 pelanggan, yang didominasi oleh pelanggan dengan daya besar, seperti rumah sakit, hotel, dan instansi pemerintahan.

“Jumlah pelanggan listrik premium dengan jaminan listrik tidak padam tahun 2022 ada penambahan 185, sehingga total 512 pelanggan,” tandasnya.(aln)