Roma Jaga Konsistensi

AS Roma vs Feyenoord Jumat (23/02/2024) pukul 03:00 WIB Live SCTV & Vidio

JATENGPOS.CO.ID,  ROMA – AS Roma akan menjamu Feyenoord di Stadio Olimpico pada leg kedua playoff fase gugur Europa League 2023/2024, Jumat (23/02/2024) dinihari pukul 03:00 WIB, disiarkan SCTV dan live streaming Vidio.com.
Hasil imbang 1-1 dalam leg 2 play-off knockout UEL di Rotterdam, membuat AS Roma dan Feyenoord masih sama-sama memiliki peluang 50:50. Pasalnya, UEFA telah menghapus agresivitas gol tandang. Skor 0-0 di Olimpico akan membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu, atau bahkan bisa berakhir via adu penalti.
Dalam laga di Rotterdam, Feyenoord unggul melalui gol Igor Paixão. Akan tetapi, wakil Liga Belanda harus puas dengan hasil seri setelah ada balasan Romelu Lukaku di babak kedua.
Roma dan Feyenoord akan sama-sama mengincar kemenangan di Olimpico demi tiket lolos 16 besar. Bermain defensif tidak akan menghasilkan apa-apa. Oleh karenanya, duel antara dua finalis UEFA Conference League (UECL) 2021/2022 bakal menarik.
Dalam duel leg pertama itu, Feyenoord unggul terlebih dulu melalui gol Igor Paixao di menit 45. Roma kemudian membalasnya lewat gol Romelu Lukaku di menit 67.
Di liga masing-masing akhir pekan kemarin, Roma dan Feyenoord sama-sama menang tanpa kebobolan. Roma menang 3-0 atas tuan rumah Frosinone di Serie A, sedangkan Feyenoord menang 1-0 menjamu RKC Waalwijk di Eredivisie.
Gol-gol Roma ke gawang Frosinone dicetak oleh Dean Huijsen, Sardar Azmoun, dan Leandro Paredes (penalti). Sementara itu, gol tunggal Feyenoord kontra RKC diciptakan oleh Mats Wieffer.
Kedua tim sama-sama percaya diri menatap leg kedua di Italia. Namun, Roma sepertinya peluang lebih bagus untuk meraih kemenangan dan menyingkirkan sang wakil Belanda.
Bermain di kandang sendiri akan membuat kans Roma lolos knockout Europa League semakin besar. Apalagi, sejak diasuh pelatih Daniele De Rossi, Giallorossi mengalami perkembangan pesat dibandingkan pada saat bersama José Mourinho.
Faktanya, rasio kemenangan De Rossi cukup bagus yakni sebesar 66 persen. Dari 6 laga, sang pelatih asal Italia bisa membawa Roma meraih 4 kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan terjadi atas sang pemuncak klasemen Liga Italia yakni Inter.
Roma menunjukkan progres. Pasalnya, rasio kemenangan Mourinho bersama Giallorossi musim ini hanya 46 persen. Dari 28 pertandingan di semua kompetisi, I Lupi hanya meraih 13 kemenangan, 6 imbang, dan 9 kali kalah.
Tidak heran jika kepercayaan diri skuad Roma sedang bagus. Ditambah, di Liga Italia, Giallorossi baru saja sukses menang 0-3 di kandang Frosinone dalam laga yang diwarnai sejumlah rotasi pemain.
Selain itu, motivasi De Rossi lawan Feyenoord tentu akan tinggi mengingat ini adalah laga pertamanya melatih Roma di kompetisi Eropa yang digelar di Olimpico.
“Kemenangan ini (lawan Frosinone) sangat penting. Kami bisa memenangi laga meski mengawalinya dengan tidak bagus,” ujar De Rossi dikutip laman resmi klub.
Feyenoord sendiri akhir pekan lalu juga bisa menang atas RKC Waalwijk dengan skor 1-0. Tapi, kemenangan itu diraih dengan susah payah lewat gol Mats Wieffer pada menit 84. Padahal, RKC bermain dengan 10 orang sejak babak pertama karena kartu merah kiper Etienne Vaessen di menit 35.
Satu hal yang menjadi perhatian bagi pelatih Arne Slot adalah strikernya yang sedang buruk. Tercatat tidak ada gol baik dari Santiago Giménez maupun Ayase Ueda dalam 8 laga terakhir.
Terakhir kali gol Feyenoord lahir dari strikernya terjadi pada 14 Januari saat bermain imbang 2-2 melawan NEC Nijmegen melalui aksi Giménez. Setelahnya, gol Feyenoord lahir dari gelandang seperti Wieffer, Igor Paixão, Quinten Timber, dan Ondřej Lingr. Sisanya datang dari para pemain belakang seperti Lutsharel Geertruida, Bart Nieuwkoop, dan Dávid Hancko.
“Kita tidak bisa menilai striker hanya dari golnya. Jika mereka mencetak gol, semua juga karena serangan yang dibangun. Saya yakin mereka (Ueda dan Giménez) akan kembali mencetak gol bagi Feyenoord,” ucap Slot setelah laga melawan RKC.
Hasil imbang di Rotterdam pekan lalu membuat Feyenoord gagal memperbaiki rekor pertemuan mereka dengan Roma. Sejauh ini, baru satu kemenangan yang bisa didapat Feyenoord atas Roma di semua kompetisi.
Masalah bisa berlanjut karena dalam sejarahnya Feyenoord belum pernah bisa mengalahkan Roma di Olimpico. Dari 2 kesempatan sebelumnya, Feye hanya bisa menahan imbang Roma 1-1 di babak 32 besar UEL 2014-15. Musim lalu, Feyenoord babak belur di Olimpico dengan kekalahan 4-1.
Roma tentu akan bermain dengan skuad terbaik di laga ini. Paulo Dybala akan dalam kondisi segar karena tidak dimainkan melawan Frosinone akhir pekan kemarin. Lorenzo Pellegrini dan Lukaku seharusnya juga dalam kondisi bagus lantaran hanya bermain 45 menit di laga kemarin.
Dari kubu Feyenoord, Giménez dan Ueda bisa berebut satu posisi di ujung tombak tim. Melawan Roma pekan lalu Ueda menjadi starter namun posisinya direbut Giménez saat melawan RKC. Prediksi skor AS Roma 1 – 0 Feyenoord. (ito/riz)

Prediksi Pemain
AS Roma (4-2-3-1) : Mile Svilar; Rick Karsdorp, Gianluca Mancini, Diego Llorente, Leonardo Spinazzola; Leandro Paredes, Bryan Cristante; Lorenzo Pellegrini, Stephan El Shaarawy, Paulo Dybala; Romelu Lukaku. Pelatih : Daniele De Rossi.
Feyenoord (4-3-3) : Timon Wellenreuther; Bart Nieuwkoop, Thomas Beelen, Dávid Hancko, Quilindschy Hartman; Ramiz Zerrouki, Mats Wieffer, Calvin Stengs; Igor Paixão, Yankuba Minteh, Santiago Giménez. Pelatih : Arne Slot.