Rumah BUMN Gunung Kidul Berdayakan 7.700 UMKM Binaan PLN

UMKM BINAAN PLN- Selama 7 tahun mengabdi, Rumah BUMN Gunung Kidul telah memberdayakan 7.700 UMKM Binaan PLN. FOTO : DOK.HUMAS/ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID,  GUNUNGKIDUL – Rumah BUMN Gunungkidul, mitra binaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (DIY), merayakan ulang tahun ke-7 di Kompleks PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wonosari. Perayaan ini mencerminkan peran Rumah BUMN (RBUMN) dalam mendukung kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY.

General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi menyampaikan, Rumah BUMN Gunung Kidul telah menjadi lokomotif bagi 1.747 UMKM aktif dan 7.700 UMKM yang terdaftar sebagai binaan di wilayah Gunung Kidul.

“Rumah BUMN ini telah berdiri sejak tahun 2017. Hingga bulan Desember 2023 lalu setidaknya 240 UMKM mencapai predikat Go Modern, 177 UMKM Go Digital, 158 UMKM Go Online dan 15 UMKM Go Global. Tujuan kami melakukan pendampingan kepada UMKM karena ingin berkontribusi dalam mendorong perekonomian khususnya di wilayah Gunung Kidul,” tutur Soffin.

Soffin merinci lebih lanjut, dari ribuan UMKM yang sudah menjadi bagian dari Rumah BUMN Gunung Kidul, 45 persen diantaranya merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, 15 persen usaha di bidang busana, sementara sisanya di bidang kerajinan, kesenian, peternakan, perikanan, dan lain-lain.

Antusiasme pelaku UMKM selama 7 tahun dalam pengembangan usaha, diwujudkan oleh Rumah BUMN Gunung Kidul dengan berbagai kegiatan. Tercatat selama tahun 2023, Rumah BUMN Gunung Kidul telah melaksanakan 11 kegiatan pelatihan reguler, 27 pelatihan berkelanjutan dalam 6 series, dan 19 pelatihan partnership. Keberhasilan Rumah BUMN ini tak lepas dari sinergi bersama PLN dan Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul.

Soffin juga mencatat, Rumah BUMN Gunung Kidul berhasil mencapai nilai Social Return of Investment (SROI) 5,73. Artinya setiap rupiah yang diinvestasikan ke dalam Rumah BUMN Gunung Kidul diterima manfaatnya sebesar 5,73 kali, menunjukkan dampak positifnya pada UMKM di wilayah tersebut.

“Prestasi ini tercermin dalam peningkatan pengiriman ke pasar internasional sebesar 400 persen, kenaikan rata-rata omzet UMKM 22 persen, kenaikan legalitas dan sertifikasi sebesar 272 persen, serta peningkatan jumlah karyawan tetap dan tidak tetap pada UMKM anggota Rumah BUMN,” jelas Soffin.

Pada momen yang sama, PLN melakukan penyerahan Sertifikat Energi Baru Terbarukan/ Renewable Energy Certificate (REC) kepada 5 UMKM yang sudah mempunyai pasar internasional. REC merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa produksi energi listrik per Mega-Watt-hour (MWh) berasal dari Pembangkit Listrik Energi Terbarukan, di mana 1 unit REC mewakili produksi energi 1 MWh.

Heri Susanto, selaku Wakil Bupati Gunung Kidul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN dan Rumah BUMN Gunung Kidul yang telah berkontribusi dalam melakukan pendampingan pelaku UMKM di Gunung Kidul. Sejalan dengan itu, menurutnya Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul juga akan mendorong kemajuan UMKM yang saat ini telah mencapai setidaknya 23.000 UMKM se-Kabupaten Gunung Kidul.

“Bicara tentang UMKM, yang paling penting adalah bagaimana menjaga kestabilan market dan kualitas itu tetap terjaga. Untuk menjaga kualitas itu dibutuhkan konsistensi serta pendampingan. Nah, pendampingan ini sudah diinisasi oleh rekan-rekan di Rumah BUMN di Gunung Kidul. Oleh karena itu, terima kasih kepada PLN atas dukungannya selama ini, kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ucap Heri.

Seiring dengan perjalanannya, Rumah BUMN Gunung Kidul memiliki 4 program unggulan yaitu (1) Inkubasi UMKM yang spesifik, berkesinambungan dan komprehensif, (2) Pameran, (3) Kolaborasi inovatif dan strategis dan (4) Co-Working Space dan Gallery. Seluruh pihak berharap agar pendampingan Rumah BUMN ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat Gunung Kidul.(aln)