Sambut Ramadan, Masjid dan Bangunan ICK Diresmikan

BERFOTO : Pengurus ICK, KH. Abdul Muid dan Dr. Samsi saat berfoto di depan Masjid ICK. Foto : M Yasin/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Menyambut bulan suci Ramadhan, Masjid Ibrahim Bin Muhammad Assaid dan bangunan Islamic Center Karanganyar (ICK) diresmikan. Meski masih harus menanggung hutang material milyaran rupiah, ICK diharapkan bisa menjadi pusat peradaban Islam di Bumi Intanpari.

Ketua ICK, Abdul Muid menjelaskan, dengan peresmian Masjid dan bangunan ICK ini diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan dan peradaban Islam di Karanganyar. Ia menceritakan ihwal keberadaan ICK, yaitu diawali dari cerita seorang ibu Tugiyati yang ingin wakaf tanah karena luasan lahan kurang untuk dibangun Masjid, tahun 2019 diperluas dan bulan Oktober 2019, Yayasan ICK didirikan, hingga akhirnya ICK dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter persegi.

“Dana pembangunan bangunan dan masjid di kumpulkan saat pengajian ahad pagi dan dari donatur di Surabaya. Di sini ciri khasnya bulan Ramadan tarawih satu juz, dulu baru bangunan belum ada masjid, jelang Ramadhan untuk iktikaf maka masjid kita bangun,” jelas Abdul Muid pada wartawan, kemarin.

Selain masjid, pihaknya mendirikan 8 bangunan penunjang kegiatan seperti Rumah Imam, kelas, asrama, kamar mandi santri, sumur bor 70 meter, toko dan warung kare dan soto yang digratiskan setiap hari Jum’at. Bank infaq Islami dan media center karena juga disaksikan jamaah yang berada di Brunei, sehingga karena sering ikut pengajian di ICK via online itu tergerak memberikan donasi.

“Biaya total semua ini sekitar 2,8 miliar. Diluar pembelian tanah. Namun kita masih ada pinjaman material sekitar 1,7 miliar. Bagi yang ingin beramal jariah kesempatan itu masih terbuka,” ungkapnya.

Mewakili Bupati Juliyatmono, Kabag Kesra Setda Karanganyar, Ali Kadri, mengapresiasi dan berterima kasih untuk pembangunan masjid ini. Ia berdoa mudah-mudahan ICK benar-benar jadi pusat peradaban di Karanganyar.

“Panitia dengan detail sudah menyampaikan anggaran dan kegiatannya. Bahkan sampai hutangnya. Atas izin Allah SWT semoga semua itu bisa tercukupi nanti. Ini saya lihat sudah lengkap lebih lengkap daripada Masjid Agung Karanganyar yang juga baru saja digunakan. Semoga mendatangkan manfaat untuk banyak orang,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Syihabuddin, menerangkan tentang kuwatuniah. Yaitu niat itu menentukan rejeki. Dan keyakinan itu seperti kran air. Jika besar keyakinan maka besar pula aliran airnya. Ia juga berdoa agar ICK ini mampu jadi pusat peradaban di Karanganyar dan sekitarnya.

“Semoga peradaban muncul dari Karanganyar. Dan semoga Provinsi Soloraya juga berdiri. Sehingga lebih dekat kita,” harapnya. (yas/bis/rit)