Sapi Jumbo Susukan, Ratusan Juta per Ekor Diminati Pembeli dari Malaysia

SAPI JOMBO: Sapi jumbo seharga ratusan juta diminati para pengusaha untuk kurban. ( foto : dekan/ jateng pos).

JATENGPOS. CO. ID, SUSUKAN- Mendekati Hari Raya Kurban menjadi berkah tersendiri bagi para peternak sapi.Tak terkecuali para peternak sapi jumbo jenis limosin dan simetal.

Meskipun dengan harga yang cukup tinggi, sapi jumbo saat ini juga diminati sebagai hewan untuk kurban. Namun pemintanya dari kalangan tertentu, semisal para pengusaha dan direktur perusahaan besar.

Salah seorang peternak sapi asal Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Rizki Amin mengatakan, peminat sapi jumbo jenis limosin dan simental untuk kebutuhan kurban meningkat terus setiap tahunnya. Bahkan pembeli ada yang dari negara Malaysia.

“Kalau pembeli sapi limosin dan simetal biasanya para pengusaha, atau kelas manajer dan direktur di perusahaan-perusahaan. Tahun ini ada pembeli dari Malaysia tapi untuk kurban di Indonesia sini. Banyak juga pembeli biasanya dari Jabodetabek dan Jawa Tengah khususnya dari Tegal dan Pekalongan,” kata Amin saat ditemui wartawan di kandang miliknya, Rabu (29/5/2024).

Dikatakannya, saat ini stok sapi jumbo miliknya sebagian besar sudah terjual. Karena ia menawarkan jauh-jauh hari sebelumnya, tepatnya setelah Idul Fitri, sehingga banyak pembeli yang langsung memesannya.”Orderya sudah lama. Jadi kita kasih harga plus, kita rawat sampai mendekati Idul Adha, baru kita kirim ke pembeli. Harga saat beli itu sudah termasuk perawatannya sampai dengan pengiriman,” jelasnya.

Amin menyebut, saat ini di kandang miliknya terdapat berbagai jenis sapi. Namun paling banyak diminati adalah sapi jenis limosin dan simetal. Karena sapi tersebut jenis sapi paling bagus kualitas dagingnya.” Untuk harganya mulai dari Rp 24 juta sampai dengan ratusan juta,” imbuhnya.

Amin mengatakan, selama ini ia memasarkan sapi-sapi jumbonya dengan menggunakan media sosial. Bahkan sering kali pembeli pesan hanya lewat media sosial atau Whatsapp. Namun diakuinya juga, ia juga memasarkan sapi-sapinya menggunakan jaringan pertemanan untuk menjual sapi-sapi untuk kurban.

“Kita memasarkannya lebih banyak melalui media sosial. Kita lihatin sapi yang dinginkan pembeli, berikut detail-detailnya. Jadi calon pembeli tak perlu datang ke sini. Kami juga garansi jika sapi mati sebelum dikirim bisa diganti atau transaksi ulang,” pungkasnya. (deb/jan)