Satlantas Boyolali Serahkan Tali Asih kepada Atta, Balita Penderita Jantung Bocor

5
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni, menyerahkan bantuan kepada keluarga Muhammad Atta Al Abiyyu, yang mengalami kelainan jantung. foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Seorang anak balita di Boyolali, Muhammad Atta Al Abiyyu, mengalami kelainan jantung yaitu jantung bocor. Setiap bulan, bocah berumur enam bulan ini pun harus kontrol ke rumah sakit.

Muhammad Atta adalah putra kedua pasangan Angga Pramana Putra (27) dan Erlina Fatmawati (28) asal Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Namun, kini mereka tinggal di Dukuh Gatak, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, di rumah orang tua Erlina.

“Pada umur tujuh hari, waktu aqiqohan itu dari saudara-saudara melihat bibirnya menghitam, tangan menghitam sama kami menghitam,” kata Angga kepada para wartawan.

Kemudian saat imunisasi, dokter curiga ada kelainan pada jantung Atta. Kemudian Atta pun dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter jantung mendiagnosa tretalogy of fallot, atau ToF.

“Kelainan jantung bawaan yang dialami Atta, dokter menemukan pada bagian atas ada penyempitan. Kemudian di bagian bawah ada kebocoran sekitar 0,5 cm. Kami periksakan lagi, kebocorannya nambah menjadi 0,6 cm, dan anjuran dokter harus segera dilakukan operasi, dan dirujuk ke RSCM Jakarta,” jelas dia.

Namun biaya menjadi kendala keluarga ini. Pasalnya biaya operasi yang sangat mahal dan diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Sementara Angga saat ini hanya bekerja sebagai buruh pabrik.

“Biaya operasi kalau tanpa BPJS katanya sekitar Rp 300 juta. Katanya BPJS hanya mengkover separuhnya. Itu hanya untuk operasinya saja. Belum (biaya) yang untuk hidup disana (Jakarta),” kata Angga.

Masih ditambah biaya hidup selama sebulan di Jakarta, baik sebelum dan sesudah operasi. Dia mengaku belum memiliki uang sebanyak itu. Yang dilakukan saat ini untuk pengobatan anaknya tersebut barulah sebatas cek rutin atau kontrol sebulan sekali ke RSUD Dr Muwardi, Solo.

Beruntung, biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Dirinya mengaku pernah mendapat bantuan sembako dan uang tunai dari Dinsos Boyolali.

Kondisi Atta sendiri terlihat cukup aktif. Namun berat badannya kini turun dari semula 9 kg menjadi 8 kg.

“Untungnya, kondisi anak saya cukup stabil. Hanya memang sering rewel dan sulit tidur. Kalau rewel terlalu lama, bibirnya menjadi kebiruan,” ucap Angga.

Angga berharap, bisa segera memperoleh biaya untuk pengobatan anaknya tersebut. Sehingga jantungnya normal dan tumbuh kembangnya bisa seperti anak yang lain.

Kondisi yang dialami Atta mendapat perhatian Satlantas Polres Boyolali. Dalam rangka operasi patuh candi 2021, melakukan bakti sosial memberikan bantuan sosial kepada Atta. Bantuan diserahkan langsung oleh Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni, Kamis (23/9/2021).

“Hari ini kita melakukan bakti sosial memberikan bantuan sosial dan tali asih kepada adik kita Muhammad Atta, yang mengalami kelainan jantung,” kata Yuli Anggraeni usai menyerahkan bantuan tersebut.

Menurut Yuli, pemberian bantuan ini juga dalam rangka operasi patuh candi 2021. Dimana dalam kegiatan ini petugas mengedepankan terkait ketaatan protokol kesehatan di masyarakat dan taat berlalu lintas.

“Disini kita kedepankan kegiatan yang humanis kepada masyarakat berupa pemberian bantuan sosial, terkhusus kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (aji)