Satpol PP Pati Garda Depan Penegakkan Perda

Aparat Satpol PP meminta Ormas tak perlu khawatir, sebab mereka akan lebih mengintensifkan frekuensi razia di tempat karaoke yang melanggar Perda FOTO: AGUS RIYANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Keinginan sejumlah organisasi masyarakat untuk dilibatkan dalam upaya penegakan peraturan daerah (Perda) dalam menertibkan karaoke, direspon positif oleh Pemkab Pati. Namun demikian, pemkab memiliki kepanjangan tangan melalui Satpol PP yang lebih berwenang melakukan hal itu.

Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Riyoso S.Sos, menyikapi desakan ormas untuk ikut merazia karaoke dilapangan.

“Ormas mau audiensi atau menyampaikan aspirasi yang sesuai ketentuan tentunya bagus, namun tidak harus sampai turun ke lapangan untuk menegakkan Perda,” ujar Riyoso.

Jika ada pelanggaran terhadap Perda dan masyarakat atau massa non penegak hukum ikut turun menindaknya, Riyoso justru mengkhawatirkan hal itu akan ditiru warga yang lain.

“Sehingga malah jadinya seperti hukum rimba yang penegakan hukumnya pakai model keroyokan massa”, imbuhnya.

Desakan sejumlah Ormas muncul, saat mereka beraudiensi dengan Forkompimda terkait keinginan membantu Satpol PP Pati mendapat tawaran bantuan untuk merazia karaoke di Pati.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, perlu kami sampaikan bahwa yang memiliki tugas penegakan Perda adalah Satpol bersama tim yang dikuatkan dengan Keputusan Bupati”, terang Riyoso.

Riyoso pun meminta agar Ormas tak perlu khawatir, sebab pihaknya lebih mengintensifkan frekuensi razia di tempat karaoke yang melanggar Perda. “Ini hampir tiap malam kami lakukan operasi, pada Januari 2018 nanti frekuensinya akan lebih sering lagi”, terangnya.

Seperti halnya razia yang dilakukan Selasa (5/12) malam, bersama aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP memberikan efek jera kepada para pengusaha karaoke yang tetap membandel membuka usaha karaoke.

Dalam razia itu, Toto Sincan selaku pengusaha karaoke Starking, mengaku tak terima jika tempat usahanya jadi target operasi. “Usaha saya bisa bangkrut kalau gini caranya”, terang Toto Sincan.

Operasi kemudian dilanjutkan dengan menyisir ruas Jalan Pati-Kudus. Aparat menyisir karaoke Koplak, Permata, dan Karaoke Citra. Puluhan wanita Pemandu Karaoke (PK) yang berada di sejumlah tempat karaoke didata ulang guna diminta e-KTPnya. (gus/rif)