Sedimentasi Sungai Kudus Meningkat, Pemukiman Terancam Tenggelam

Kades Edi Pranoto mengecek kondisi pintu air yang berlokasi di depan Balai Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kalangan petani di wilayah Kecamatan Undaan mendesak Pemkab Kudus segera menormalisasi aliran Sungai Wulan yang mengalami pendangkalan. Sebab jika tak dikeruk, debit air akan meluap menggenani lahan persawahan mereka.

Kepala Desa Undaan Lor Edi Pranoto mengatakan, pendangkalan sungai setempat bisa dilihat di saluran irigasi Jaringan Undaan (JU) 3.1b yang berlokasi persis di depan balai desa setempat.

Bahkan akhir-akhir ini, kata Edi, debit air di Sungai Wulan terlihat meluber di tanggul sebelah barat. Akibatnya wilayah pemukiman dan sawah juga mulai tergenang. “Padahal jarak Sungai Wulan dengan pemukiman sekitar 400 meter,” kata Edi saat ditemui Senin (27/11) kemarin.

Edi mengaku beruntung, sebab kondisi pintu airsetempat  sudah dibenahi. Karena itu, debit air sungai belum sampai menggenangi Jalan Kudus-Purwodadi. Selain itu, lahan lahan persawahan di Desa Undaan Lor.

Edi menambahkan, genangan air disebelah barat tanggul Sungai Wulan biasa terjadi saat debit air meningkat. Kondisi tersebut diperparah sendimentasi yang semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Dusun I Undaan Lor Sudarko membenarkan pentingnya dilakukan normalisasi di Sungai Wulan. Karena jika sungai dangkal dan debit meningkat, petani tidak dapat membuang genangan air yang ada di lahan persawahan.

“Kami berharap agar segera dilakukan normalisasi, sehingga lahan sawah tidak terlalu lama tergenang,” pintanya. (han/rif)