Beranda Headline Selama Libur Lebaran, Ada Empat Kabupaten di Jateng Tutup Objek Wisata

Selama Libur Lebaran, Ada Empat Kabupaten di Jateng Tutup Objek Wisata

9
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung didampingi Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo (kanan) (ANTARA/Heru Suyitno)

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa ada empat kabupaten di Jateng yang menutup objek wisatanya selama libur Lebaran 2021 untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

“Terima kasih untuk Kabupaten Magelang yang telah menutup semua objek wisatanya, kemudian Wonogiri, Kebumen, dan Kabupaten Kudus,” kata Ganjar seusai meninjau Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin.

Ia mengatakan ada empat kabupaten yang menutup objek wisatanya selama libur Lebaran, kemudian objek wisata kabupaten/kota yang lain maksimum hanya 30 persen dari daya tampung pengunjung.

“Kabupaten/kota yang lain kami minta maksimum hanya 30 persen, kalau tidak dan masih nekat lebih dari itu akan saya tutup,” katanya.

Ia menuturkan dalam beberapa hari ke depan akan terus dipantau, khususnya tempat-tempat pariwisata, kemungkinan mereka masih beroperasi, sehingga pihaknya meminta Dinas Pariwisata untuk mengecek, maksimum pengunjung rata-rata 30 persen saja.

“Kami tadi sempat mengecek di Candi Borobudur sudah ditutup, mudah-mudahan masyarakat tidak usah piknik dulu, di rumah saja kumpul dengan keluarga yang ada di rumah, nanti saudaranya yang tidak mudik bisa berkomunikasi secara daring,” katanya.

Ganjar menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang sampai hari ini taat tidak mudik.

“Di Posko Kledung ini tadi ada yang melintas dan mereka membawa surat hasil tes swab, ini bagus sehingga mereka memenuhi syarat, insyaallah aman, tetapi yang tidak membawa surat di sini sudah ada bantuan untuk dites,” katanya.

Ia menyebutkan pada 5 Mei 2021 masih ada peningkatan arus mudik, namun pada 6 Mei 2021 datanya sudah turun, artinya masyarakat taat.

Ganjar menyebutkan kalau data yang terhimpun dari jogotonggo tidak terlalu banyak karena kurang lebih baru sekitar 8 persen mereka menginput, angkanya sekitar 12.000, tetapi kalau mengecek data kedatangan di sejumlah simpul, asumsinya sudah mencapai 641.000 pemudik. (fid/ant)