Semalam, Dua Sekolahan Dibobol, 16 Laptop Digondol

JATENGPOS.CO.ID,  UNGARAN – Kejadian pembobolan pada 2 sekolah negeri terjadi di Ungaran Kab. Semarang Selasa dini hari 7/10/2022. Kejadian yang terjadi dalam satu malam ini membobol SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, SIK, MH., mengakui adanya kejadian yang saat ini sudah di dalami oleh Sat Reskrim Polres Semarang.

“Betul untuk kejadian terjadi pada selasa dini hari dan untuk hari ini (Rabu 9/11/2022) saksi dari pihak sekolahan, baik dari SDN Lerep 01 maupun SMPN 6 Ungaran masih kami mintai keterangan di Polres.” Terangnya.

Lebih lanjut AKBP Yovan didampingi Kasat Reskrim AKP Kresnawan Hussein SIK, MA., menjelaskan bahwa kejadian diperkirakan pertama kali terjadi di SMPN 6 Ungaran selanjutnya pelaku menyasar SDN Lerep 01.

Pada SMP 6 Ungaran, Kapolres mengatakan bahwa pertama diketahui oleh penjaga sekolah Sdr. Supriyadi (50th) saat melakukan pengecekan lingkungan sekolahan Senin malam pukul 23.30 Wib. Mendapati ruangan TIK sudah berantakan dan peralatan Komputer sudah dikumpulkan menjadi 1, selanjutnya menghubungi Sdr. Didik (37th) selaku pegawai Sarana Prasarana. Selanjutnya melakukan pengecekan bersama sama diketahui 1 unit Laptop raib dibawa pelaku.

Adapun untuk lokasi SDN Lerep 01 diketahui oleh penjaga sekolah Sdr. Agung (32th) sekitar pukul 01.00 Wib Selasa dini hari, pada saat kontrol sekolahan mendapati ruang guru dan ruang komputer dalam keadaan pintu terbuka dan melaporkan kepada guru dan bhabinkamtibmas Lerep. Setelah dilakukan pengecekan diketahui 15 Laptop raib dibawa pelaku.

“Dikarenakan lokasi antara SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran berada di satu wilayah di Ds. Lerep, dimungkinkan pelaku sudah merencanakan untuk membobol kedua sekolahan tersebut dalam waktu 1 malam. Dan dari kedua sekolahan ini, pelaku berhasil membawa total 16 laptop dengan cara merusak gembok tralis besi serta mencongkel pintu ruang komputer maupun ruang guru” Jelas Kapolres.

Saat ini Polres Semarang sedang melakukan peyelidikan atas kejadian yang menimpa dua sekolah negeri ini, baik dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. (muz/rif)