JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Mahasiswa dari Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat berhasil menggagas dan merealisasikan program Mina Padi Apung melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program ini dilaksanakan di area Rawa Pening tepatnya di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat desa.
Ketua Pelaksana Program, Zulfa Alya Fadilla, menejelaskan Mina Padi Apung menggabungkan dua sektor penting pertanian padi dan budidaya ikan air tawar dalam satu sistem terpadu yang dirancang untuk mengoptimalkan lahan sawah sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat desa.
“Melalui Mina Padi Apung, kami ingin mengenalkan teknologi pertanian terpadu yang berkelanjutan. Harapannya, petani bisa mendapatkan penghasilan berkelanjutan dari musim pasang/surut air di lahan pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya menawarkan inovasi teknis, tetapi juga mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Tim PPK ORMAWA menggelar serangkaian pelatihan kepada petani lokal, mulai dari manajemen budidaya ikan, perawatan tanaman padi, hingga pemanfaatan teknologi apung sebagai solusi untuk daerah dengan kontur tanah tergenang atau rawa.

Kepala Desa Kebondowo, Ahmad Yani STP menyampaikan sangat menyambut positif atas inisiatif ini.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa, melalui inovasi yang diusulkan dapat mengatasi permasalahan lahan pertanian terendam sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani. Mereka tidak hanya membawa ilmu, tapi juga semangat dan harapan baru bagi masyarakat kami,” ungkapnya kepada Jateng Pos, kemarin.
Perlu diketahui, PPK ORMAWA sendiri merupakan program nasional yang mendorong organisasi kemahasiswaan untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis riset.
Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program Mina Padi Apung diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama daerah dengan potensi pertanian yang belum tergarap optimal. (muz)




