26 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

95 Relawan Siaga PMI Kabupaten Semarang Dibekali Praktik Penanggulangan Bencana

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sebanyak 95 orang relawan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) binaan PMI Kabupaten Semarang mengikuti pertemuan dan pelatihan di aula Kantor Kecamatan Tuntang, Rabu (26/11/2025) siang.  Mereka mendapat pengetahuan teori dan praktik penanggulangan bencana yang dipaparkan narasumber dari BPBD serta Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD, Alexander Gunawan Tribiantoro yang menjadi narasumber menilai para relawan Sibat bisa menjadi aktor utama sistem peringatan dini bencana alam secara manual.

“Para relawan dapat langsung menyampaikan situasi awal saat bencana alam terjadi ke BPBD atau instansi terkait lainnya. Hal ini penting untuk ketepatan tindak lanjut penanganan,” katanya .

Tak hanya itu, relawan Sibat juga dapat melakukan berbagai sosialisasi penanganan bencana kepada masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki pengetahuan mitigasi bencana. Sekaligus mencegah kerugian fatal atau bahkan korban jiwa.

Ketua PMI Djarot Supriyoto yang membuka acara juga berharap relawan Sibat menjadi ujung tombak penanganan awal bencana alam. Kelebihan relawan yang mengetahui persis situasi wilayah bencana bisa menekan dampak buruk yang ditimbulkan.

Baca juga:  UKSW dan TNI Kembali Gelar Vaksinasi Massal

Saat ini PMI Kabupaten Semarang membina 380 relawan Sibat yang tersebar di 19 kecamatan. Mereka memperoleh bekal pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan secara periodik.

Pada pertemuan kali ini, juga diberikan bimbingan teknis penanganan kebakaran oleh personel Satpol PP dan Damkar.

45 Pelaku UMKM Terima Bantuan BAZNAS

Wabup Semarang Hj Nur Arifah menyerahkan bantuan BAZNAS kepada pelaku UMKM di aula pertemuan Rumah Kemasan, Lopait, Tuntang, Rabu (26/11/2025) pagi. FOTO:IST/JATENGPOS

Terpisah, sebanyak 45 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Kabupaten Semarang.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Hj Nur Arifah mewakili Bupati Semarang H Ngesti Nugraha di aula pertemuan Rumah Kemasan, Lopait, Tuntang, Rabu (26/11/2025) pagi.

Wakil Ketua BAZNAS, H Suud menjelaskan bantuan modal dimaksudkan memperkuat usaha para pelaku yang tergolong Mustahik atau penerima zakat.

Baca juga:  Pastikan Kelancaran dan Pelayanan Nataru, Ahmad Luthfi Tinjau Rest Area

“Sehingga nantinya usaha mereka akan dapat berkembang . Harapan utamanya mereka nantinya akan menjadi Muzakki atau pembayar zakat,” terangnya. Bantuan yang diberikan masing-masing sebesar Rp 2 juta.

Bupati H Ngesti Nugraha saat sambutan dibacakan Wabup Hj Nur Arifah berharap bantuan dapat dimanfaatkan secara efektif mengembangkan usaha.

“Pelaku UMKM juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya seperti dibacakan Wabup.

Pada kesempatan itu pula diserahkan bantuan jambanisasi dan korban bencana alam. Suud menambahkan bantuan jambanisasi untuk 111 KK senilai total Rp51, 8 juta. Sedangkan 12 korban bencana alam menerima bantuan total Rp29 juta.

Salah seorang penerima, Nur Aini (27) berterima kasih atas dukungan usaha dari BAZNAS itu. Penjahit pakaian asal Desa Batur, Getasan itu berharap ada pelatihan menjahit untuk mengembangkan usahanya.

“Bantuan akan Saya gunakan membeli mesin jahit baru. Saya juga ingin ada pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan,” pungkasnya. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...