31 C
Semarang
Kamis, 19 Maret 2026

Tanam Padi Semi Organik dengan Limbah Tahu, Petani Kemetul Panen Dua Kali Lipat



JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sekitar 10 hektar lahan pertanian di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mulai beralih menanam padi dengan pemupukan semi organik. Lahan tersebut dikelola sebanyak 21 petani yang tergabung Gapoktan Sidomulyo.

Sebagai tahap awal penanaman semi organik dengan menggunakan pupuk cair Great Farm, buatan Desa Kemetul sendiri dengan memanfaatkan limbah tahu sebagai bahan dasar.

Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo, menyebut sistem ini dinilai lebih menguntungkan karena mampu menekan biaya produksi, khususnya untuk pembelian pupuk kimia. Di samping ramah lingkungan dan untuk mendapatkannya lebih mudah.

“Dengan memakai pupuk cair ini lahan akan semakin subur, karena sistemnya zero waste alias tanpa limbah, tidak menyebabkan kerusakan lahan dalam jangka panjang,” ujar Dibyo –panggilan akrabnya—.

Dijelaskan, air rendaman kedelai tahu setelah diproses hasilnya cukup bagus untuk tanaman. Berdasarkan hitungan BPS dalam satu hektar bisa menghasilkan sekitar 6,9 ton padi.

Baca juga:  HUT ke-501 Kabupaten Semarang: Bergerak Bersama Sejahterakan Masyarakat

“Penggunaan pupuk organik hasilnya lebih menguntungkan. Sebelumnya menggunakan pupuk kimia per hektar hanya mampu panen 4 ton, ini tadi menghasilkan 6,9 ton padi atau hampir dua kali lipat dari hasil biasanya,” jelasnya usai melakukan panen perdana padi semi organik di persawahan Desa Kemetul, Kamis (27/11/2025).

Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo memberi keterangan kepada wartawan saat panen perdana padi semi organik. FOTO:IST/JATENGPOS

Selain menguntukan secara ekonomi, program ini juga menjadi strategi desa untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian. Pasalnya, sebagian besar petani di Desa Kemetul saat ini berusia lanjut.

“Petani-petani kita sudah berusia lanjut. Melalui sistem semi organik ini kita ajak anak-anak muda untuk ikut bertani. Karena hasilnya cukup menguntungkan dan lebih mudah,” tandasnya.

Baca juga:  Karena Normalisasi Sungai Pemprov Jateng, Sawah 4 Desa di Demak Kini Bisa Ditanami Padi Kembali, Wagub Taj Yasin: Upaya Lintas Pihak Berhasil

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno hadir dalam panen perdana ini, mengapresiasi pemerintah desa menggerakkan petani mulai beralih ke pupuk organik.

“Program padi semi organik merupakan langkah awal untuk memulihkan kesuburan lahan yang selama ini terpengaruh penggunaan pupuk kimia. Dengan organik akan menghasilkan Padi yang lebih sehat, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.

Menurutnya, program peralihan menuju pertanian organik terus digalakkan secara bertahap di Kabupaten Semarang dengan melibatkan kelompok tani dan organisasi masyarakat.

“Saat ini sudah ada 130 hektare lahan di Kabupaten Semarang yang sedang proses kembali ke sistem organik. Kedepannya jumlah tersebut akan terus bertambah dan ditingkatkan hasilnya,” pungkasnya. (muz)




TERKINI



Rekomendasi

...