KDMP Patemon Kabupaten Semarang Kembangkan Ekonomi Masyarakat di Perbatasan




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang telah memasuki tahap pengerjaan dinding bangunan. Tahapan ini menjadi penanda bahwa proses konstruksi fisik KDMP Patemon mulai berjalan intensif sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Kepala Desa Patemon Puji Rahayu menyampaikan ungkapkan terima kasih sekaligus bentuk dukungan atas program pemerintah Republik Indonesia (RI) atas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bekerjasama dengan TNI mengembangkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Pemdes Patemon sangat mendukung program pemerintah, KDMP sangat dibutuhkan masyarakat kami dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan sebagaimana Asta Cita bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Saat ini akselerasi pengerjaan bangunan berlangsung dengan memperhatikan kualitas konstruksi serta standar teknis yang ditentukan pemerintah. Kita harapkan akhir bulan Januari mendatang pembangunan sudah selesai,” ujarnya kepada Jateng Pos, pekan kemarin.

Disebutkan, KDMP Patemon dibangun menempati tanah bengkok desa yang berada di area Agrowisata Suro Jembangan yang merupakan wisata desa Patemon, tepatnya di pinggir jalan utama yang menghubungkan tiga Kecamatan. Lokasi sangat strategis diharapkan dapat lebih mudah diakses masyarakat yang membutuhkan bahan kebutuhan pangan maupun kebutuhan pertanian.

Baca juga:  Mobil Berpenumpang 5 Orang Tertabrak KA Wisata Ambarawa

“KDMP Patemon berada di perbatasan desa di tiga Kecamatan yang stategis mudah dijangkau masyarakat dari arah manapun. Lokasinya di Dusun Wates Kulon, Desa Patemon berbatasan dengan Desa Jetak Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dan Desa Jlarem Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali,” jelasanya.

Diharapkan ke depan, lanjut Puji, KDMP mampu menjadi wadah pengelolaan usaha bersama yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan manfaat nyata khususnya bagi masyarakat Desa Patemon. Kebutuhan masyarakat baik sandang maupun pangan juga pertanian dapat tersedia dengan harga murah.

Menurutnya, sebagaimana tujuan koperasi yang dibentuk mengedepankan azaz kegotong-royongan masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. KDMP Patemon menempati lokasi seluas 20 x 30 meterpersegi di area Agrowisata Suro Jembangan yang memiliki luas keseluruhan sekitar 2 hektar. Keberadaannya dapat meningkatkan pemberdayaan potensi sumber daya alam sekitarnya.

“Bangunan KDMP ada gerai dan gudang juga untuk perlengkapan pertanian. Potensi UMKM yang sudah berjalan di masyarakat seperti jamu instan, nasi jagung, bubur sambel godok dapat terwadahi di KDMP. Turut meramaikan stan di sekitar KDMP, perekonomian warga pastinya turut meningkat,” ungkapnya.

PENGERJAAN: Tinjauan lokasi pembangunan KDMP Patemon di area Desa Wisata di Dusun Wates Kulon, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran yang berada di perbatasan tiga kecamatan pada pekan lalu. FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Tidak lepas dari bidikan KDMP Patemon, mayoritas warga setempat merupakan petani tumpang sari kebutuhan pertanian mereka dapat tercukupi dengan kerja sama KDMP. Dapat membeli bahan kebutuhan pertanian di KDMP dan menjual hasil pertaniannya juga ke KDMP.

Baca juga:  Revitalisasi Kawasan GOR Wujil Dianggarkan Rp 3 Miliar

“Azaz bergotong-royong saling menguntungkan antara petani dan koperasi kita harapkan dapat berjalan maksimal. Warga lebih mudah terlayani mendapatkan kebutuhan pangan maupun sandang serta kebutuhan pertanian mereka. Kami optimistis perekonomian kerakyatan Desa Patemon semakin meningkat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyerahkan secara simbolis SK Badan Hukum kepada perwakilan 235 pengurus KDMP yang tersebar di 19 kecamatan, belum lama ini.

Di hadapan ratusan pengurus KDMP dari seluruh desa/kelurahan dan pengurus koperasi konvensional lainnya, Bupati mengharapkan keberadaan KDMP dapat bersinergi dengan kinerja koperasi dan pedagang yang telah ada. Keduanya diimbau untuk bersinergi saling menguatkan kinerja usaha.

“Koperasi Merah Putih diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi terutama di desa. Sehingga keberadaannya tidak saling merugikan,” ujarnya.

Bupati juga meminta KDMP nantinya juga tidak mematikan UMKM yang ada di desa. Salah satunya tidak menentukan harga yang lebih rendah dari warung UMKM. Menurutnya, distribusi elpiji 3 kg, pupuk bersubsidi maupun penyediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dikelola KDMP. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...