27 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

KDMP Kesongo Kecamatan Tuntang Jadikan Olahan Ikan Patin Unggulan untuk MBG

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Desa Kesongo Kecamatan Tuntang menjadi salah satu lumbung pangan andalan Kabupaten Semarang, tergerak mengembangkan pertanian padi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah dalam proses pembangunan. Potensi desa terletak di pinggiran sungai Rawa Pening ini menjadikan pertanian padi sebagai unggulan selain potensi perikanan.

Kepala Desa Kesongo Supriyadi mengatakan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam program pemberdayaan masyarakat sangat terbantu adanya KDMP yang akan jadi motor penggerak perekonomian masyarakat. Sektor unggulan akan dipacu melalui KDMP agar potensi lahan pertanian seluas 45 hektar di Kesongo dapat dikelola masyarakat secara maksimal.

“Kita sangat bersyukur adanya pendirikan KDMP yang akan bersinergi dengan program pemberdayaan desa. Kita punya potensi lahan pertanian sangat besar belum lagi sektor perairan Rawa Pening menjadi unggulan perikanan kita. Semua kita sinergikan menyengkuyung bareng ekonomi kerakyatan,” ujarnya kepada Jateng Pos saat ditemui, kemarin.

Sebagai persiapan awal menyambut operasional KDMP yang diperkirakan akan beroperasi bulan Maret mendatang, Pemdes bersama pengurus KDMP saat ini melakukan pendataan calon anggota. Mereka dihimpun dari kalangan petani, UMKM dan masyarakat umum yang akan dilibatkan dalam pemberdayaan KDMP.

Disebutkan Supriyadi, saat ini sudah terkumpul sebanyak 300 lebih calon anggota yang akan bergabung. Harapan mereka dapat merasakan manfaat koperasi sebagaimana diprogramkan pemerintah pusat menjadi sentra perekonomian kerakyatan yang berkelanjutan.

Baca juga:  Kembali Gelar Pasar Murah, Mbak Ita Berharap Warga Tidak Menumpuk Sembako

“Alhamdulillah anemo masyarakat sangat luar biasa. Melihat potensi ini kita terus melakukan koordinasi internal pengurus KDMP untuk memetakan unit usaha apa saja yang strategis untuk dikembangankan. Semua potensi yang ada di Kesongo kita maksimalkan,” ungkap Supriyadi.

Salah satu produk unggulan yang tengah dibidik, adalah unit usaha UMKM pengolahan ikan patin (filet). Masyarakat sekitar Rawa Pening sudah banyak mengelola usaha ini dari hasil budidaya perikanan sendiri. Keberlanjutan pemberdayaan usaha ini dipandang sangat potensial.

“UMKM olahan ikan patin sangat strategis berkembang di Kesongo. Strategis pula bersinergi dengan program pemerintah pusat melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan saat ini sangat besar untuk mensuplai beberapa dapur MBG di sekitar Kesongo,” jelasnya.

Produk olahan ikan patin juga telah direkomendasi untuk dipasarkan secara luas dalam bentuk frozen (beku). Sudah barang tentu nilai protein dan gizinya sangat tinggi, pengolahan dan kemasannya juga dibuat sangat higienis. Sangat menjanjikan dikembangkan KDMP untuk skala pemasaran luas.

“Olahan ikan patin jadi unggulan selain hasil pertanian padi yag akan dikelola KDMP. Sedangkan, unit usaha lainnya seperti klinik, apotik, kebutuhan bahan pokok masyarakat (pokmas) seperti beras dan gas elpiji kita sasar sebagai penggerakan ekonomi keberlanjutan KDMP,” tandasnya.

Baca juga:  Hendi Sebut Andika Perkasa Potensi Besar Jateng, Ini Penjelasannya
Kepala Desa Kesongo Supriyadi (kiri) bersama perangkat di halaman pembangunan gedung KDMP Kesongo yang mulai pengerjaan dinding, Rabu (21/1/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Di samping itu, lanjut Supriyadi, petani dan UMKM dapat memanfaatkan program kerja sama penyertaan modal dari KDMP. Misalkan ada petani kesulitan biaya untuk membeli bibit, pupuk dan obat-obatan hingga perawatan tanaman dapat mengajukan talangan ke koperasi.

“Mungkin penyertaan modal masih sebatas talangan untuk kebutuhan penanaman dan perawatan pertanian. Kalau dana talangan dalam bentuk cash (tunai) kita tiadakan dulu, kecuali jika dari petani yang benar-benar sangat membutuhkan bantuan,” tandasnya.

Tak kalah penting turut digerakkan, tambah Supriyadi, peran BumDes dimaksimalkan dengan menempatkan pada bagian hulu dari pergerakkan ekonomi KDMP. Ada banyak unit usaha akan dikelola BumDes, salah satunya mengelola Tempat Pembungan Sampah (TPS) yang sudah berhasil memproduksi pupuk organik.

“Tentu BumDes akan berjalan semakin maksimal. Selama ini sudah berhasil memproduksi pupuk organik dari pemanfaatan limbah TPS. Juga memproduksi arang briket dari bahan enceng gondok. Peran BumDes di hulu sebagai penyuplai produk yang akan dipasarkan di KDMP,” pungkasnya. (muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...