JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Getz Semarang, Sabtu (28/3/2026) pekan lalu. Samuel Wattimena selaku anggota Komisi VII DPR RI Samuel, memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM.
Disampaikan Samuel, bahwa pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya, agar bisa menjadi produk pendukung event MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Event).
“Harapan kami, pelaku UMKM yang akan terlibat sebagai pendukung event. Sebaiknya, terlebih dahulu mempelajari event yang akan diikuti, tidak sekadar memasarkan produk-produk yang berlebih dari produk mereka,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk produk UMKM kuliner, pihaknya menyarankan agar lebih peduli kepada konsumen, khususnya untuk makanan yang mengandung bahan-bahan yang dapat memicu alergi.
“Ada orang-orang yang alergi terhadap kacang, ada orang yang alergi terhadap sesuatu, nah itu cantumkan diproduk,” katanya.
Dijelaskan, bahwa produk UMKM yang terlibat event MICE internasional, harus disertai keterangan produk dalam bahasa internasional.
“Sehingga mereka paham. Kalau mereka jualan sambal, sambal ini apa sih dan tingkat kepedasannya seperti apa, itu harus diinfokan,” terangnya.
Menurut Samuel, pelaku UMKM juga dapat mencantumkan kelebihan daerah asal pada kemasan produknya.
“Agar masyatakat (pembeli), mendapatkan banyak bonus lainnya. bonus info mengenai daerah penghasil produk, bonus info bahwa produk mereka peduli pada lingkungan dan sosial,” tandasnya.
Selain itu, sebagai penyambung suara rakyat, ia juga memberikan ide kemasan produk UMKM, dengan menambahkan pantun yang dikaitkan dengan produk mereka.
“Sama seperti kita naik penerbangan, itukan juga suka dibacakan pantun. Ini kan bisa menjadi pembeda dengan produk lainnya,” pungkas Samuel Wattimena.
Ditempat yang sama, Vinsensius Jemadu Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementrian Pariwisata RI mengatakan, bimbingan teknis ini untuk membantu ekosistem rantai pasok produk UMKM.
“Bimtek ini, untuk kesiapan UMKM sebagai rantai pasok untuk menyambut peserta-peserta MICE yang diperlukan,” katanya.
Lanjutnya, terutama untuk kegiatan MICE. Ia menilai wisatawan-wisatawan MICE itu pengeluaran untuk berbelanjanya lebih besar dibandingkan wisatawan lainnya
“Selain itu, Jawa Tengah mempunyai tiga produk utama, yaitu kuliner, kriya dan fashion yang memiliki potensi yang luar biasa,” pungkasnya. (ucl/rit)














