JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Guna memaksimalkan pemanfaatan data pendukung pembangunan di desa, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan pendampingan intensif kepada tiga desa di tiga kecamatan.
Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Tri Rahayuni menjelaskan tiga desa itu telah menyelesaikan proses penyusunan data dasar vital. Karenanya, BPS juga akan mengusulkan tiga desa itu untuk mengikuti penilaian Desa Cinta Statistik (Cantik) tingkat nasional tahun 2026.
“Desa Keji Kecamatan Ungaran Barat bersama Desa Sumberrejo Kecamatan Pabelan dan Desa Bantal Kecamatan Bancak akan kita usulkan mengikuti penilaian nasional,” katanya saat acara pencanangan dan sosialisasi Desa Cantik 2026 Kabupaten Semarang di Ruang Dharna Satya Kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, kemarin.
Menurut Dewi, saat ini Desa telah menjadi subyek aktif pembangunan. Pemanfaatan dana desa guna mendukung percepatan pembangunan harus ditunjang data potensi yang memadai. Sehingga menjadi acuan perencanaan agar tepat sasaran.
Dari evaluasi tahun 2025, sudah ada 21 desa yang telah menyelesaikan proses pendataan. Dari jumlah itu, tiga desa akan mendapat pendampingan khusus dan diusulkan mengikuti penilaian Desa Cantik 2026 tingkat nasional.
Pada tahun 2023, Desa Delik Kecamatan Tuntang masuk sepuluh besar Deaa Cantik tingkat nasional. Sedangkan pada tahun 2025l termasuk delapan Desa Cantik terbaik tibgkat Jateng.
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Hendy Lestari menegaskan komitmen meningkatkan kualitas data desa menjadi langkah nyata mewujudkan perencanaan pembangunan desa yang tepat sasaran.
“Hasil dari pelaksanaan Desa Cantik ini harus dimanfaatkan untuk menentukan prioritas pembangunan desa. Semua kebijakan harus berbasis data yang aktual,” katanya.
Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada 21 Kepala Desa yang telah menyelesaikan proses pendataan potensi desa.
Perlu diketahui, berdasarkan catatan BPS Kabupaten Semarang, perekonomian Kabupaten Semarang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,61 persen. Mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,78 persen.
Perekonomian Kabupaten Semarang pada tahun 2025 mencapai 70.391,63 miliar rupiah atas dasar harga berlaku dan 43.880,58 miliar rupiah atas dasar harga konstan 2010.
Berdasarkan pendekatan produksi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,28 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada lapangan usaha Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang yang mengalami kontraksi sebesar -0,41 persen. (muz)















