29.5 C
Semarang
Senin, 13 April 2026

Dr Tafsir Ungkap Kedekatan Hubungan Agama dan Budaya Muhammadiyah




JATENGPOS. CO. ID, BATANG –Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag. menyampaikan, Idulfitri di tanah air telah berkembang menjadi kekuatan budaya yang mempersatukan bangsa melalui tradisi silaturahmi yang panjang.

“Idulfitri di Indonesia tidak hanya menjadi fenomena ibadah semata. Namun, momentum ini telah bertransformasi menjadi fenomena budaya yang sangat kuat. Hal tersebut tercermin dari tradisi silaturahmi yang terus bersambung jauh setelah salat Id berakhir,” katanya saat Halalbihalal PWM Jateng di Batang, Sabtu (11/4).

Dia menjelaskan, Muhammadiyah memegang teguh prinsip untuk merawat tradisi lama yang relevan.


“Kita memegang prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadîm ash-shâlih wal akhdzu bil jadîd al-ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para pengurus.

Lebih lanjut, ia memaparkan posisi adat dalam Islam sangatlah istimewa. Ia menekankan kebiasaan baik di tengah masyarakat dapat menjadi pertimbangan hukum. Hal ini sejalan dengan kaidah ushul fikih yang cukup populer.

Baca juga:  Bansos Perusahaan Diintensifkan Percepatan Penanganan Stunting

“Bahkan dalam beberapa hal, adat atau kebiasaan dapat memiliki posisi yang hampir setara dengan syariah, sebagaimana ungkapan al-‘âdah muhakkamah,”ucapnya.

Tafsir kemudian mencontohkan penggunaan peci dalam forum resmi Muhammadiyah sebagai salah satu bukti konkret.

Meskipun secara syariah peci tidak wajib, namun tradisi tersebut tetap terjaga secara turun-temurun. Oleh karena itu, hubungan agama dan budaya Muhammadiyah terlihat sangat harmonis dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., yang turut hadir, memperkuat narasi tersebut dengan menekankan pentingnya aktualisasi nilai agama dalam kehidupan sosial. Dia mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam jebakan materi atau “penyakit” keserakahan yang merusak tatanan bangsa.

Baca juga:  Kapolrestabes Semarang Apresiasi Keberhasilan Pengamanan Mudik 2026

“Taqwa itu abstrak, konkritnya ya dalam akhlak. Maka bisa tidak kita jadikan taqwa itu menjadi akhlak publik kita, akhlak kolektif kita,” tegas Haedar Nashir.

Haedar juga mengajak warga persyarikatan untuk terus melakukan transformasi nilai-nilai Al-Qur’an menjadi tindakan nyata yang mencerahkan semesta.

Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi atas pilar pengabdian Muhammadiyah. Ia menilai bahwa organisasi ini telah membantu tugas pemerintah, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan. Sinergi ini menjadi modal penting untuk membentengi generasi muda dengan nilai keagamaan yang kuat.

Menutup rangkaian acara, Dr. Tafsir secara terbuka memohon maaf jika masih terdapat program pembangunan yang belum sepenuhnya terwujud. Ia berharap dukungan kolektif dari seluruh pimpinan wilayah dapat mempercepat realisasi kemajuan bagi masyarakat Jawa Tengah secara luas. (*/has/jan)




TERKINI




Rekomendasi

...