29.9 C
Semarang
Senin, 13 April 2026

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 45 Satuan Pendidikan PHTC di Kabupaten Semarang




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti meresmikan secara simbolis bantuan revitalisasi untuk 45 satuan pendidikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) inisiatif Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Semarang.

Peresmian ditandai penandatanganan plakat oleh Menteri dan diserahkan kepada perwakilan sekolah di kompleks SMP Plus Al Ittihad, Poncol, Bringin, Senin (13/4/2026) siang.

Hadir pada acara ini Bupati H Ngesti Nugraha, Wabup Hj Nur Arifah, Pembina Yayasan Al Ittihad Poncol KH Fatkhurohman Thohir, Ketua Yayasan Al Ittihad Zaenal Arifin Junaedi dan pejabat lainnya.

Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi dilengkapi digitalisasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat dasar dan menengah. Puluhan sekolah tersebut merupakan penerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025.


Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan proses pembelajaran di daerah.

“Alhamdulillah bersama pak Bupati dan para kiai, kami meresmikan revitalisasi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang. Mudah-mudahan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, lanjutnya, pemerintah juga menyalurkan bantuan perangkat pembelajaran berupa interactive flat panel (IFP) kepada sekolah-sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar agar lebih efektif dan modern. Pemerintah berencana melanjutkan program revitalisasi pada 2026, dengan target yang lebih besar secara nasional.

Baca juga:  Prabowo Mendadak Ajak Makan Malam Jokowi di Wedangan Solo

“Kami berharap anggaran 2026 dapat disetujui DPR, sehingga lebih banyak sekolah yang bisa diperbaiki. Sesuai arahan Presiden, akan ada tambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan yang direvitalisasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Mendikdasmen melakukan monitoring pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Plus Al-Ittihad.

“Alhamdulillah, TKA berjalan lancar. Untuk jenjang SMP hampir selesai. Selanjutnya akan ԁilaksanakan untuk jenjang SD mulai 20 April 2026,” ujarnya.

Abdul Mu’ti, pelaksanaan TKA di berbagai sekolah, termasuk di SMP Plus Al-Ittihad, berlangsung baik dan sesuai harapan. Ia juga mengapresiasi pihak yayasan dan sekolah yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.

“TKA merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kemampuan akademik siswa, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, hasil TKA juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta ԁiԁik baru di jenjang berikutnya melalui jalur prestasi akademik, selain nilai rapor.

Sementara itu, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas dukungan anggaran pusat sebesar Rp13,6 miliar pada tahun 2025 yang dialokasikan untuk perbaikan 45 sekolah di wilayahnya.

Ia menilai, perbaikan sarana pendidikan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas.

Baca juga:  Sepanjang Tahun 2025, BNNP Jateng Ungkap 40 Kasus Penyalahgunaan Narkotika

“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Dengan sekolah yang bersih, indah, dan rapi, siswa akan merasa nyaman saat belajar. Kami telah mengajukan kembali usulan untuk tahun-tahun mendatang agar lebih banyak sekolah yang tersentuh program ini,” kata Ngesti.

Pihaknya juga akan kembali mengusulkan tambahan sekolah penerima bantuan pada tahun 2026, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan kementerian. “Kami berharap tahun depan bisa mendapatkan lebih banyak lagi bantuan revitalisasi,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang, M. Taufiqurrahman, menjelaskan sekolah yang mendapat bantuan merupakan kategori rusak sedang.

“Sekolah yang direvitalisasi adalah yang mengalami kerusakan menengah dan telah terdata dalam Dapodik. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi oleh pemerintah pusat sebelum bantuan diberikan,” terangnya.

Ia menyebutkan, total 45 satuan pendidikan yang direvitalisasi terdiri dari 32 TK, SD, dan SMP, serta 13 SMA dan SMK, dengan total anggaran mencapai Rp16,6 miliar. Untuk tahun 2026, pihaknya telah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 130 sekolah, terdiri dari 102 SD, 14 TK, dan 14 SMP.

“Usulan ini masih dalam proses penilaian dan verifikasi. Mudah-mudahan dapat disetujui sehingga lebih banyak sekolah yang bisa diperbaiki,” pungkasnya. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...