31.6 C
Semarang
Kamis, 7 Mei 2026

Pengembangan Pariwisata Kota Semarang Butuh Kolaborasi Lintas Sektor




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengembangan pariwisata di Kota Semarang, harus fokus pada kolaborasi lintas sektor, penataan destinasi, dan integrasi ekonomi kreatif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberdayakan masyarakat lokal.

Hal tersebut, disampaikan Indriyasari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, dalam kegiatan Bina Pelaku dan pengembangan Pariwisata 2026, di Horel Noormans Semarang, Kamis (7/5/2026).

Menurut Indriyasari bahwa arah pengembangan pariwisata Kota Semarang, ada beberapa poin menonjol yang diterapkan.

“Fokus Strategis pengembangan pariwisata (2026-2027) yakni berbasis produk lokal yang menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif produk unggulan daerah sebagai salah satu prioritas,” katanya, usai kegiatan.

Lanjutnya, selain itu juga mengedepankan destinasi kerkualitas dalam penataan tempat dan atraksi wisata berkualitas, ramah lingkungan, serta inklusif.

Baca juga:  Teliti Budaya Tauhid dalam Organisasi, Mantan Loper Koran Raih Gelar Doktor

“Pariwisata nerkelanjutan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat setempat,” tandasnya.

Dijelaskan, salah satu pengembangan destinasi unggulan yakni Kawasan Kota Lama & Lawang Sewu yang merupakan penguatan konektivitas.

“Melalui pengembangan jalan inspeksi, kuliner, dan pusat kerajinan serta menjaga fasilitas umum adalah mutlak dilakukan untuk menjaga ritme pengembangan dua ikon pariwisata Kota Semarang tersebut.

Selain itu, untuk wisata pesisir dilakukan pengembangan potensi Pantai Mangunharjo di Kecamatan Tugu, yang akan ditata agar lebih bersih, rapi, dan mampu menampung UMKM lokal.

“Tak ketinggalan adalah wisata alam dan budaya yang juga harus dilakukan pptimalisasi pengelolaan bersama warga setempat selaku pengelola desa wisata,” imbuhnya.

Baca juga:  Kapolrestabes Semarang Apresiasi Keberhasilan Pengamanan Mudik 2026

Kadisbudpar berharap, kolaborasi dan pemberdayaan rembug pariwisata yang melibatkan komunitas kreatif, pelaku usaha pariwisata, dan akademisi mampu membentuk ekosistem wisata yang terintegrasi.

“Pemerintah Kota Semarang memastikan adanya pendampingan, permodalan, dan pemasaran (promosi digital) bagi pelaku usaha wisata. Melalui berbagai upaya ini, kami berharap sektor pariwisata dapat menggerakkan sektor lain seperti perdagangan, hotel, dan restoran secara optimal,” pungkas Indriyasari. (ucl/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...