29.7 C
Semarang
Minggu, 17 Mei 2026

1.061 Gerai KDKMP Diresmikan Serentak Presiden Prabowo: Mulai Bergerak dari Nganjuk sampai Bergas Kidul Kabupaten Semarang




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Sabtu pagi, 16 Mei 2026, Desa Nglawak di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur mendadak jadi pusat perhatian nasional. Presiden RI Prabowo Subianto datang langsung untuk meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak. Layar besar dipasang, Forkopimda hadir, dan seluruh pengurus koperasi dari Aceh sampai Papua menyaksikan secara live.

“Ini tonggak bersejarah,” kata Prabowo dalam sambutannya. Kegiatan peresmian disiarkan ke seluruh gerai yang telah selesai dibangun. Bagi Prabowo, koperasi desa bukan sekadar nama. Namun punya gedung, gudang, sistem, barang, sampai armada logistik sendiri. Tujuannya jelas, agar desa kuat, desa mandiri, tidak lagi bergantung ke tengkulak atau pihak luar.

“Setiap desa harus punya kekuatan sendiri. Dulu petani punya hasil bagus, tapi tidak ada yang beli karena akses pasar sulit. Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri. Bisa mengantar hasil panen ke pasar yang diinginkan,” ujarnya.

Peresmian serentak ini tidak berhenti di Jawa Timur. Di Provinsi Banten, ratusan Koperasi Desa Merah Putih juga ikut diresmikan. Titik pusatnya ada di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Di Jawa Tengah, peresmian tahap awal ini mencakup 531 gerai yang tersebar di 8 kabupaten/kota. Kabupaten Semarang jadi salah satu daerah yang mengikuti prosesi secara daring ini. Titik video conference (vidcon) peresmian dipusatkan di KDMP Bergas Kidul, Kecamatan Bergas.

Turut hadir menyaksikan vidcon peresmian serentak di lokasi KDMP, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho bersama jajaran, dan pengurus koperasi bersama warga setempat.

Bupati Ngesti Nugraha ditemui seusai vidcon menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas peresmian KDMP yang sudah selesai dibangun. Di Kabupaten Semarang total dibangun sebanyak 235 gerai koperasi desa dan kelurahan.

“Kalau totalnya ada 235 koperasi desa dan kelurahan. Saat ini sudah 88 gerai selesai dibangun. Sebanyak 124 gerai masih dalam proses pembangunan. Sisanya masih tahap penyiapan lahan. Masalah lahan jadi tantangan dan perhatian utama,” ujar Bupati kepada Jateng Pos.

Dijelaskan, KDMP masih ada yang baru proses penyiapan karena terkait masalah tanah. Ada desa yang punya aset tanam namun jauh. Ada juga yang baru proses pinjam tanah, misalnya aset milik provinsi, dan juga ada yang aset Kehutanan.

Baca juga:  Supir Truk Tewas Terhantam Velg Saat Ban yang Ditambal Meledak

”Pemerintah daerah saat ini fokus memetakan tanah yang kita sarankan yang bukan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). Karena ini nanti akan sulit di saat mengurus izinnya,” jelasnya.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha bersama pimpinan Forkopimda dan Kepala OPD terkait mengikuti vidcon peresmian operasional 1.061 KDKMP oleh Presiden RI Prabowo di KDMP Bergas Kidul, Sabtu (16/5/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Buka Lapangan Pekerjaan, Gerakkan Ekonomi Desa

Bupati menegaskan, KDMP diharapkan bisa segera beroperasi. Tentunya akan membuka lapangan pekerjaan, kemudian bermanfaat untuk kemajuan desa dan juga untuk masyarakat.

”Pesan penting lainnya adalah kemitraan. Koperasi desa tidak akan mematikan warung, toko kecil, dan UMKM yang sudah ada. Justru sebaliknya, KDMP membangun kemitraan dengan warung-warung atau toko-toko yang ada di desa-desa. Kemitraan yang sangat bagus, nantinya menjadi ritel sekaligus tentor bagi warung-warung kecil,” jelasnya.

Dukungan pemerintah daerah sudah berjalan sejak awal mulai berdirinya KDMP. Dukungan setelah diresmikan Presiden Prabowo, lanjut Bupati, pihaknya akan melakukan sosialisasi serta konsultasi, sampai pendampingan perizinan.

“Pak Dandim juga punya program yang bagus nantinya dengan perizinan. Sosialisasi terkait dengan dan perizinan. Harapan kita koperasi segera mengurus perizinan. Kami akan verifikasi dan mempermudah perizinannya,” tandas Bupati.

Upaya membangun kemitraan dengan pemerintah, Bupati mengimbau pengelola SPPG selaku penyedia program Makan Gratis Bergizi (MBG) agar menjalin kerja sama dengan KDMP. Termasuk juga kerja sama dengan BumDes yang sudah lebih dulu berjalan.

”SPPG sudah jalan kita minta membangun kerja sama dengan KDMP desa maupun kelurahan termasuk juga dengan Bumdes. Jadi kerja sama yang bagus saling menguntungkan antara masyarakat, dan juga tentunya koperasi itu sendiri,” pungkasnya.

Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho dan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy saat mengikuti vidcon peresmian operasional 1.061 KDKMP oleh Presiden RI Prabowo di KDMP Bergas Kidul, Sabtu (16/5/2026). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

Kodim Siap Kawal, Penyerahan Bertahap ke Desa

Baca juga:  Forkopimcam Dempet Dukung Gerakan Makan Ikan Dinlutkan untuk Pelajar

Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho menjelaskan, meski launching nasional sudah dilaksanakan, untuk Kabupaten Semarang belum ada titik yang dilibatkan dalam launching. Meski demikian seiring berjalan waktu diperkirakan mendekati 17 Agustus mendatang akan dilakukan peresmikan dan operasional.

Ia mengapresiasi dukungan diberikan Pemkab Semarang terhadap pelaksanaan pembangunan di seluruh titik koperasi.

“Saya terima kasih sekali kepada Pak Bupati atas dukungannya yang luar biasa membantu dalam proses penyediaan lahan dan tempat. TNI lewat Kodim membantu sosialisasi dan pendampingan teknis. Kami konsultasi apabila ada kendala, Kodim akan mensosialisasikan bekerja sama pemerintah daerah bagaimana teknis untuk mengurus perizinan,” ujarnya.

Terkait proses penyerahan KDMP nantinya, lanjut Letkol Fajar, pelaksanaannya oleh TNI diserahkan ke Agrinas. Kemudian Agrinas akan menyerahkan kepada pemerintah daerah dilanjutkan ke desa masing-masing. Saat ini teknis pelaksanaan sedang berproses.

Di lapangan, KDMP Bergas Kidul sudah lebih dulu bergerak. Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho mengatakan, teknis pengisian logistik KDMP dan penjualan masih menunggu instruksi dari Agrinas. Pengurus masih menunggu karena dalam 2 tahun pertama sistem pengelolaan KDMP dilaksanakan oleh Agrinas bekerja sama dengan desa dan pengurus koperasi.

”Manpower-nya akan dibagi, dikoordinasikan antara kepala desa, Agrinas, ketua koperasi dan juga Babinsa,” jelasnya.

Dijelaskan Heri, KDMP Bergas Kidul sudah tiga bulan ini berjalan, bahkan sudah menandatangani MoU dengan SPPG, di Desa Bergas Kidul ada tiga titik SPPG sudah bekerjasama.

Alhamdulillah sudah mendapatkan income. Kemungkinan bulan depan sudah bisa beroperasi keseluruhan. Kita saat ini menyiapkan terkait tata kelola, manajemen, terus menggandeng usaha-usaha lokal. Prinsipnya koperasi tidak boleh mematikan usaha mikro di desa,” tandasnya.

KDMP menjadi distributor lokal yang akan menyuplai kebutuhan dan bahan baku untuk usaha kecil dan warga masyarakat. Heri berharap operasional dijalankan dapat membuka lapangan kerja baru, dan kekuatan perekonomian desa. Ia sudah membuktikan dengan telah berjalannya KDMP Bergas Kidul. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...