PPK Ormawa FST UNDIP Awali Implementasi Program SAHABAT TANI melalui Grand Opening dan Edukasi Pengendalian Hama Terpadu


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Forum Studi Teknik (FST) Universitas Diponegoro resmi memulai pelaksanaan program SAHABAT TANI (Sistem Cerdas Pengendalian Hama Tikus Berbasis Ultrasonik dan Biopestisida dengan Energi Surya untuk Smart Farming Berkelanjutan Desa Brongkol) melalui kegiatan Grand Opening yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Desa Brongkol.

Kegiatan pembukaan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai langkah awal meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi permasalahan hama tikus.

Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Desa Brongkol, BPP Kecamatan Jambu, Bapperida Kabupaten Semarang, Dispertanikap Kabupaten Semarang, Kelompok Tani Makmur I, Karang Taruna, serta masyarakat Desa Brongkol sebagai upaya meningkatkan pemahaman petani dalam mengendalikan serangan hama tikus secara efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Pada kegiatan ini, tim PPK Ormawa FST Undip menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pertanian, Ibu Norinda Dwi Andiyantari sebagai Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Semarang.


Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai karakteristik hama tikus, pola perkembangbiakan, perilaku, serta dampak serangannya terhadap tanaman padi. Materi tersebut diberikan agar masyarakat memahami strategi pengendalian hama sejak dini melalui pendekatan terpadu, bukan hanya mengandalkan satu metode pengendalian.

Baca juga:  Gedung PGRI Kabupaten Semarang Diresmikan, Hasil Iuran Anggota

Tim PPK Ormawa FST Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa edukasi ini menjadi fondasi sebelum penerapan teknologi yang dikembangkan dalam program SAHABAT TANI.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perilaku hama tikus dan pentingnya pengendalian hama terpadu. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengenal teknologi yang kami kembangkan, tetapi juga memahami konsep pengendalian yang tepat sehingga teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung produktivitas pertanian,” jelasnya.

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan penyampaian masyarakat, serangan hama tikus di Desa Brongkol masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani. Bahkan, serangan tikus pernah menyebabkan gagal panen karena dalam satu malam tikus mampu merusak sebagian besar tanaman padi.

Selain itu, banyak ditemukan lubang-lubang tikus di sekitar area persawahan yang menjadi tempat berkembang biaknya hama tersebut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa diperlukan upaya pengendalian yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Grand opening pelaksanaan program SAHABAT TANI oleh Tim PPK Ormawa FST Undip di pendopo kantor Desa Brongkol, Kecamatan Jambu. FOTO:IST/JATENGPOS

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme pengendalian hama serta teknologi yang akan diterapkan melalui program SAHABAT TANI. Diskusi ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga produktivitas pertanian di Desa Brongkol.

Baca juga:  Omset Intip Goreng Suharto Meningkat Berkat Oven Manual Kreasi Sendiri

Ketua Karang Taruna Desa Brongkol, Suprayitno, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PPK Ormawa Forum Studi Teknik Universitas Diponegoro atas kegiatan penanggulangan hama terpadu di Desa Brongkol. Masyarakat, khususnya para petani, sangat terbantu dengan adanya program ini. Kami berharap ilmu dan teknologi yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Brongkol,” ungkapnya.

Melalui program SAHABAT TANI, Tim PPK Ormawa FST Universitas Diponegoro tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi berupa sistem pengendalian hama tikus berbasis ultrasonik, biopestisida, dan energi surya, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat melalui edukasi sehingga tercipta sistem pertanian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan praktik smart farming yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani Desa Brongkol. (ril/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...