EXPO KKN UPGRIS dan Kesenian Rakyat Meriahkan Kecamatan Bergas


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan EXPO KKN dan Kesenian Rakyat di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Acara turut dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, Bupati Kabupaten Semarang, H. Ngesti Nugraha, serta Camat Bergas, Dr. Slamet Widada.

Rangkaian kegiatan Kesenian Rakyat berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kesenian tradisional sekaligus wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan yang berkembang di wilayah Kecamatan Bergas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan kesenian rakyat dari sejumlah desa. Sebanyak delapan kelompok kesenian turut memeriahkan acara, yaitu Karyo Mudho dari Watu Gajah, Langen Mudho Budoyo dari Sruwen, Turonggo Mudho Laras dari Setro Gondoriyo, Kudo Putro Suprabo dari Karangjati, Topeng Ireng Alam Rimba dari Kebon Ombo, Langen Turonggo Jati dari Jatijajar, Turonggo Mudo Kridho Utomo dari Cemanggal, serta Turonggo Jati dari Bengkle.

Baca juga:  Dinpermades P2KB Ajak Keroyokan Turunkan Stunting di Demak

Penampilan dari setiap kelompok kesenian mampu menarik perhatian masyarakat. Beragam gerakan tari, iringan musik tradisional, serta penampilan para pelaku seni menciptakan suasana yang semarak. Kehadiran kelompok-kelompok kesenian dari berbagai wilayah juga menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Tidak kalah menarik, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang turut memberikan penampilan berupa monolog. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kreativitas mahasiswa dalam menyemarakkan kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan seni dan kebudayaan di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN.

Seiring berjalannya waktu, suasana kegiatan semakin meriah. Memasuki malam hari, antusiasme masyarakat justru semakin meningkat. Warga dari berbagai kalangan tampak memadati area lapangan untuk menyaksikan pertunjukan yang disajikan. Sorak dan tepuk tangan penonton turut menghidupkan suasana selama pertunjukan berlangsung.

Baca juga:  Dirikan Dua Gudang Garam Nasional (GGN) di Kecamatan Wedung

Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan yang mengangkat kesenian lokal. Kegiatan Kesenian Rakyat tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, mahasiswa, pemerintah daerah, dan para pelaku seni.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS turut mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda. Kesenian rakyat yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Kegiatan Kesenian Rakyat dan EXPO KKN Kecamatan Bergas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi lokal serta membangun kebersamaan melalui seni, budaya, dan kreativitas masyarakat. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...