Samuel Wattimena Dorong UMKM Berani Bereksperimen


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Semarang didorong tidak sekadar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga berani bereksperimen dan melahirkan produk kreatif yang relevan dengan generasi muda.

Pesan itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Kementerian Perindustrian di MG Setos, Semarang, 27 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 375 peserta dengan materi pelatihan meliputi batik dan sablon, logam dan servis, hingga pembuatan roti serta jajanan pasar.

Samuel menekankan pentingnya memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk melakukan trial and error dalam mengembangkan produk.

“Selagi scope-nya kecil dan risikonya tidak besar, ayo explore. Mereka harus menjadi pelaku-pelaku kreatif yang melakukan trial and error,” katanya.

Baca juga:  130 Sarjana Lansia Desa Kenteng Diwisuda, Tertua Umur 92 Tahun

Dijelaskan, inovasi tidak harus meninggalkan budaya lokal. Di bidang kuliner, misalnya, cita rasa tradisional seperti cendol dan jajanan pasar dapat diolah menjadi produk roti yang lebih modern.

“Begitu pula batik yang dapat dikembangkan melalui desain kekinian dan teknik yang lebih beragam agar semakin dekat dengan selera anak muda.Yang paling penting bukan hanya soal motifnya, tetapi pengrajin yang punya teknik dan kemampuan itu harus tetap bisa sustain,” jelasnya.

Untuk mendorong keberanian peserta berinovasi, Samuel bahkan menyatakan kesediaannya menjadi pembeli pertama produk hasil eksperimen mereka.

Dari ratusan peserta Bimtek, sekitar 150 orang nantinya akan dipilih untuk mengikuti program lanjutan dengan pendampingan lebih intensif, sekitar 25 peserta dari masing-masing bidang.

Baca juga:  Disdukcapil Kabupaten Semarang Tekankan Zona Integritas: Datangi Panti Jompo hingga ODGJ, Layani Perekaman KTP Tanpa Biaya

Samuel menegaskan, peserta yang tidak terpilih bukan berarti tidak mampu. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan aspek teknis program.

Ke depan, pemerintah kota juga diharapkan menyediakan ruang pendampingan dan pemasaran agar hasil pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Produk inovatif peserta bahkan diharapkan dapat memperoleh peluang pemasaran di kawasan Kota Lama Semarang.

“Program tersebut juga diarahkan untuk membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas. Mereka dapat mengembangkan keterampilan seperti membatik tulis maupun memadukannya dengan teknik lain,” pungkas Samuel Wattimena.

Dengan kreativitas, keberanian bereksperimen, serta pendampingan berkelanjutan, UMKM di Semarang diharapkan semakin kuat dan mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi keluarga dan masyarakat. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...