Bukan Sekadar Jargon, Kapolda Jateng Tekankan Kehadiran Nyata Polisi


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan program Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan cepat, penegakan hukum profesional, dan kehadiran nyata polisi di tengah masyarakat, bukan sekadar slogan.

Penegasan itu disampaikan saat memberikan arahan kepada Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng dan para Kapolres di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, belum lama ini. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman.

Kapolda meminta seluruh jajaran bekerja dengan tulus dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Polisi juga diminta aktif menyerap aspirasi warga melalui sambang, dialog langsung, dan kegiatan kemasyarakatan.

“Saya pengin kerja kita tuh kerjanya kerja hati, pakai hati dan kerja ikhlas. Caranya adalah teman-teman bekerja aja sebagaimana maunya hati kita untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan tiga prioritas utama, yakni tegas terhadap kejahatan, cepat merespons laporan, dan humanis dalam pelayanan. Jajaran diminta menindak tegas kejahatan jalanan, narkotika, perjudian, begal, pemerasan, serta tindak pidana lain sesuai prosedur hukum.

Baca juga:  Keseruan OM Lorenza Meriahkan Ultah Dandim 0714/Salatiga di Bergas Kidul  

Di bidang pelayanan, Kapolda mendorong penerapan sistem jemput bola agar masyarakat lebih mudah melaporkan perkara. Personel terkait diminta mengoptimalkan penanganan tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pembuatan laporan polisi dan pemeriksaan saksi di lokasi apabila memungkinkan sesuai ketentuan.

“Jadi orang datang ke TKP membawa laptop, udah dapat nomor LP-nya dan sebagainya, lalu dibuatkan LP di sana. Jadi kita tidak lagi menunggu orang mau lapor itu harus datang ke SPKT,” ujarnya.

Kapolda juga meminta pelayanan yang humanis dan proaktif kepada perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta korban bencana, kekerasan, dan tindak pidana. Upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang di kalangan anak dan pelajar juga perlu diperkuat melalui pembinaan dan koordinasi lintas sektor.

Baca juga:  Kemeriahan Rangkaian OKMABA Mahasiswa Baru Universitas Ngudi Waluyo

Selain pelayanan publik, integritas anggota menjadi perhatian utama. Kapolda melarang praktik transaksional dalam penanganan perkara, pungutan liar, serta keterlibatan anggota dalam melindungi peredaran narkotika, perjudian, dan aktivitas ilegal lainnya.

“Saya juga tidak mau ada anggota yang jadi pelindung peredaran narkotika, perjudian, dan praktik ilegal lainnya. Kita harus bersih dan berempati kepada masyarakat,” tegasnya.

Para pimpinan satuan diminta memperkuat pengawasan dan bertanggung jawab atas perilaku anggotanya. Jajaran juga harus memetakan kerawanan wilayah, termasuk potensi bencana serta persoalan kebutuhan dasar seperti air bersih dan pangan, disertai langkah mitigasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

Kapolda berharap seluruh jajaran menerapkan semangat Polisi Bersama Masyarakat secara konsisten melalui penegakan hukum yang tegas, pelayanan yang responsif, sikap humanis, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...