Baznas Jateng Salurkan Modal Rp 10,5 Miliar, Wagub Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Muzakki


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bantuan modal usaha diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat penerima zakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi, mengembangkan usaha, hingga kelak mampu menjadi pemberi zakat (muzakki). Semangat itulah yang mengiringi penyerahan bantuan modal usaha produktif kepada 3.500 mustahik oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Tengah (Jateng).

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima di Abimantrana Ballroom Hotel The Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, kemarin. Dengan nilai bantuan Rp3 juta per orang, total dana yang disalurkan mencapai Rp10,5 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin mengapresiasi pola pendampingan yang diterapkan BAZNAS Jateng. Menurutnya, bantuan modal tidak cukup hanya diserahkan, tetapi juga harus diikuti pengawasan dan pendampingan agar benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Ia menyebutkan, lebih dari 90 persen dari sekitar 18 ribu penerima bantuan serupa sebelumnya berhasil mengembangkan usaha mereka. Capaian tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi role model yang bagus dan bisa diterapkan di lingkungan Pemprov Jateng untuk bantuan serupa,” kata Taj Yasin.

Baca juga:  Terdampak Revitalisasi Benteng Pendem Ambarawa, 6 KK Terima Tali Asih

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari besarnya bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan harus mampu mendorong usaha penerima tumbuh, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Ketua BAZNAS Jateng Ahmad Darodji menjelaskan, setiap mustahik menerima bantuan modal sebesar Rp3 juta. Penyaluran dilakukan secara bertahap, disertai evaluasi berkala untuk mengetahui perkembangan usaha penerima.

Pada tahap pertama, penerima bantuan antara lain berasal dari Kabupaten Semarang sebanyak 35 orang, Kota Semarang 45 orang, Kendal 30 orang, dan Batang 20 orang. “Akan ada evaluasi setiap empat bulan sekali. Pendamping yang berprestasi membantu pengembangan usaha mustahik akan diberi penghargaan,” ujar Darodji.

Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan tidak berhenti sebagai suntikan modal sesaat. Melalui pendampingan berkelanjutan, penerima diharapkan mampu mengelola dana secara produktif, memperbaiki kualitas usaha, serta meningkatkan hasil penjualannya.

Sementara itu, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah menegaskan, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat. Program itu sekaligus menjadi dorongan agar pelaku usaha kecil memiliki kesempatan memperkuat perekonomian keluarga.

Baca juga:  BAZNAS Gelontorkan Bantuan Rp 386 Juta untuk 51 Pelaku Usaha Mikro

Manfaat bantuan tersebut dirasakan Umi Salamah, warga RT 1 RW 2 Dusun Krajan, Kecamatan Banyubiru. Selama ini, ia masih menjalankan usahanya seorang diri. Bantuan modal yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk memperbaiki tempat usaha agar kegiatan usahanya bisa berjalan lebih baik.

Bagi Umi, bantuan itu bukan sekadar tambahan modal, melainkan juga kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.  “Insya Allah saya bisa menjadi muzakki seperti arahan Bapak Wakil Gubernur,” katanya mantap.

Harapan Umi menjadi gambaran tujuan pemberdayaan zakat produktif: membantu mustahik memperkuat usaha, meningkatkan taraf hidup, dan secara bertahap mengubah posisi dari penerima menjadi pemberi zakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Abu Rokhmad, Ketua BAZNAS Jateng Ahmad Darodji, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, serta sejumlah pejabat terkait.

Melalui bantuan modal dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS Jateng berharap semakin banyak usaha kecil milik mustahik yang berkembang. Dengan demikian, zakat tidak hanya meringankan kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi pada masa mendatang. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...