JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Perayaan Milad Muhammadiyah ke-114 di Kabupaten Semarang tak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan panjang persyarikatan. Semangat kebersamaan juga dihidupkan melalui olahraga, salah satunya lewat turnamen tenis meja PingpongMu yang bakal mempertemukan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 8 November 2026, ini dirancang menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang mempererat persaudaraan lintas wilayah. Tak hanya turnamen ganda putra, panitia juga menggelar pertandingan ekshibisi ganda putri Aisyiyah se-Eks Karesidenan Semarang.
Ketua Panitia PingpongMu Kabupaten Semarang, Sino Ariarto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara menghadirkan perayaan milad yang lebih dekat dengan kehidupan warga persyarikatan. Melalui olahraga, semangat kebersamaan diharapkan tumbuh dalam suasana santai, sehat, dan penuh sportivitas.
“PingpongMu bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kami ingin menjadikan tenis meja sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus membangun budaya hidup sehat di kalangan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujar Sino.
Menurut dia, jangkauan peserta menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut. Panitia mengundang aktivis dan warga Muhammadiyah serta Aisyiyah dari Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kendal, Demak, hingga Kota Salatiga.
Pertemuan peserta dari berbagai daerah itu diharapkan menciptakan ruang interaksi yang lebih luas. Di tengah persaingan di meja pertandingan, para peserta tetap memiliki kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat jejaring persyarikatan.
Pusat kegiatan ditetapkan di Markaz Aisyah RA (LKSA) Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Panitia menyiapkan dua kategori pertandingan. Pertama, nomor ganda putra kelas D dan E. Kedua, ekshibisi ganda putri Aisyiyah kelas D dan E yang melibatkan peserta dari wilayah Eks Karesidenan Semarang.
Hadiah kejuaraan juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Meski demikian, semangat sportivitas dan persaudaraan tetap menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut.
Sino berharap PingpongMu dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunitas persyarikatan yang aktif, sehat, dan produktif. Menurutnya, kegiatan olahraga bisa menjadi media efektif untuk mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang positif.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pertandingan sehari saja. Semoga tumbuh kebiasaan berolahraga, muncul persahabatan baru, dan semakin kuat rasa memiliki terhadap Muhammadiyah dan Aisyiyah. Milad ke-114 ini harus menjadi momentum untuk terus bergerak bersama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui PingpongMu, peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 di Kabupaten Semarang diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga meninggalkan dampak nyata. Semangat berkemajuan yang menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah diterjemahkan melalui langkah sederhana; menjaga kesehatan, memperluas persaudaraan, dan membangun kebersamaan melalui olahraga. (muz)








