Lansia 97 Tahun Tewas Terperosok ke Sumur di Semarang Barat


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Seorang perempuan lanjut usia bernama Tuminah (97) meninggal dunia setelah ditemukan terperosok ke dalam sumur di Jalan Kenconowungu Tengah I, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (29/10/2026). Korban diduga terpeleset saat hendak menuju kamar mandi.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WIB oleh Martioningrum, ipar korban. Saat itu, saksi mendengar suara janggal dari area kamar mandi.

“Saya pas di depan, sekira pukul 11.00 WIB, tiba-tiba merasa ada suara gimana gitu. Kemudian saya tengok ke belakang (kamar mandi), nah saya kaget di dalam sumur kakak ipar saya sudah ada di dalam sumur,” kata Martioningrum di lokasi kejadian.

Martioningrum mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa terjatuh. Saat ditemukan, Tuminah sudah berada di dalam sumur.

Baca juga:  Anggota Polres Tegal Kota Ditahan Propam, Diduga Aniaya Seorang Perempuan

Kebingungan melihat kejadian tersebut, Martioningrum kemudian meminta bantuan anak-anak dan tetangga untuk melaporkannya kepada petugas.

Mendapat laporan warga, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Tim Inafis Polrestabes Semarang juga tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Petugas Damkar kemudian mengevakuasi korban dari sumur dengan kedalaman sekitar lima meter dan diameter sekitar 80 sentimeter. Setelah berhasil diangkat, korban dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, Tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan lanjutan terhadap korban.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, mengatakan setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, pihak keluarga meminta agar jenazah segera dimakamkan.

Baca juga:  Pemkab Semarang Batalkan Kenaikan Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD

“Setelah berhasil kami evakuasi serta dilakukan olah TKP dari Tim Inafis Polrestabes Semarang dan dinyatakan korban meninggal dunia, kemudian dari pihak keluarga meminta untuk korban langsung dilakukan proses pemakaman,” ujar Ade kepada awak media di lokasi kejadian.

Ade juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan sumur, terutama yang masih terbuka dan memiliki bibir sumur rendah.

“Melihat kondisi sumur tadi, dengan diameter tak kurang dari satu meter dan bibir sumur pendek sekitar 30 sentimeter, memang agak riskan. Jadi kami sampaikan agar warga yang mempunyai sumur memperhatikan hal tersebut,” katanya.

Diketahui, Tuminah hidup seorang diri dan tidak memiliki anak. Selama enam tahun terakhir, korban tinggal bersama adik dan iparnya. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...