24 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Waket DPW Nasdem Jateng Siap Maju Pilkada Salatiga

JATENGPOS. CO. ID, SALATIGA- Menyongsong Pilkada serentak 27 November 2024, kandidat bakal calon wali kota/ wakil wali kota Salatiga mulai bermunculan. Setelah sebelumnya ada nama Lukqman Hakim ( PKB) dan Diah Sunarsasi ( Demokrat) untuk kandidat calon wakil wali kota, kini muncul nama  Thomas Suyanto SE.

Puluhan baliho ukuran besar pria yang tinggal di Krajan, Kelurahan Salatiga ini mulai menghiasi sejumlah lokasi di Salatiga. Ketika dikonfirmasi, Thomas yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua ( Waket) DPW Partai Nasdem Jawa Tengah ini menyatakan siap untuk berkompetisi di Pilkada Salatiga.

“ Sebagai warga Salatiga saya juga ingin memberikan sumbangsih untuk kota ini, salah satunya melalui Pilkada. Di jajaran internal partai juga memberikan dukungan kepada saya untuk maju di Pilkada,” ujar Thomas saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2024).

Baca juga:  Kabid Humas Polda: Berita Perawat RSUD Ditusuk itu Tidak Benar

Dikatakan Thomas, terkait dengan pencalonannnya ini, pihaknya sudah ada beberapa yang melakukan pendekatan kepada dirinya untuk berkolaborasi.Thomas juga berfikir realitis kandidat yang dipilih adalah calon wakil walikota.” Untuk partai pengusung, butuh proses dan komunikasi-komunikasi, sudah ada pembicaraan kesana,” imbuh pria ramah ini.

Thomas juga mengungkapkan keinginan untuk maju Pilkada juga didasari rasa memiliki terhadap Kota Salatiga. Kota yang identik dengan Indonesia Mini ini, sebelumnya sebagai kota tertoleran se- Indoensia, peringkatnya kemudian turun. Dari kota tertoleran kemudian turun menjadi kota toleran ke- 2 se- Indonesia, kemudian di tahun 2024 ini turun peringkat ke-3 kota tertoleran.

“ Apabila peringkat itu terus turun dan akhirnya hilang, apalagi yang dibanggakan untuk Salatiga. Untuk itu saya berharap dengan munculnya ( saya) sebagai umat non muslim bisa ikut mewarnai Salatiga ini,” katanya.

Baca juga:  Jelang Nataru, Pemprov Jateng Gencarkan Bantuan Sosial hingga Pangan Murah

Thomas yakin masyarakat Salatiga sudah lebih dewasa dan berbeda dengan beberapa daerah lain, dimana isu-isu agama masih bisa digoreng untuk komiditas politik.

” Untuk itu masyarakat harus berfikir dewasa, jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab, jangan sampai isu agama jadi alat politik,” pungkas mantan anggota DPRD Kabupaten Semarang 2014-2019 dari Partai Gerindra ini. (deb/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...