27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Ratusan Perempuan Solo Rayakan Parade Kebaya Nusantara di Jalan 

JATENGPOS. CO. ID, SOLO – Ratusan perempuan Kota Solo mewakili sejumlah organisasi wanita menggelar parade kebaya Nusantara di arena Car Free Day Slamet Riyadi Solo, Minggu (28/7/1/2023).

Parade kebaya ini digelar dalam peringatan perdana Hari Kebaya Nasional yang dikukuhkan akan diperingati setiap 24 Juli. Digelar oleh Tim Kebaya Nasional Indonesia dan Himpunan Ratna Busana (HRB) Surakarta.

Aksi berkebaya ini dimulai dari depan Ruma Dinas Walikota Surakarta Loji Gandrung, berjalan hingga depan Ndalem Wuryaningratan. Kedatangan peserta disambut Walikota Surakarta Teguh Prakosa.

“Kami bangga perempuan Solo melestarikan kebaya dan menjadikan kebaya sebagai budaya nasional yang terus lestari. Besuk tahun depan Pemkot Solo akan memberi fasilitas dengan acara yang lebih spesial. Bisa di Taman Balekambang.” Ungkap Walikota Teguh.

Baca juga:  Unnes - IJTI Jateng Jalin Kerjasama

Sejumlah organisasi wanita ikut bergabung, diantaranya Ikatan Istri Dokter Indonesia, Kutu Baru Itu Kita, SMAN 3 Surakarta, Happy Melati Forum Genre Surakarta, Komunitas Pecinta Kebaya, Graha Saba Wanita, PHRI, Ikatan Wanita Kadin, Gender Champion, Rotary Solo, Ikatan Perangkai Bunga Indonesia, Persit, Putra Putri Solo dan lainnya.

Ketua HRB Danarsih Santosa Dullah mengatakan Parade Kebaya Nusantara digelar untuk merayakan Hari Kebaya Nasional sesuai dengan Keppres 19 tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional.

“Hari Kebaya Nasional lahir di Solo atas inisiasi Ibu Negara Iriani Jokowi saat event Berkebaya Bersama Ibu Negara tahun 2022.” Ungkap Danarsih.

Ditambahkan RAy Febri Dipokusumo, panitia acara, HRB Surakarta termasuk dari 11 organisasi yang mengusulkan Hari Kebaya Nasional.

Baca juga:  Ahmad Luthfi Minta Ginsi Ikut Tumbuhkan Perekonomian Wilayah

“Dengan Keppres tersebut menindaklanjuti deklarasi yang di tandatangani oleh Ibu Negara tahun 2022, ditambah dipecahkan rekor MURI berkebaya. Momen tersebut menjadikan ajang peneguhan upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya,” imbuh Febri Dipokusumo.

Sementara itu salah satu peserta parade berkebaya, Diah Warih Anjari mengaku sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan ia bersama Diwa Foundation yang bergerak dibidang sosial menyatakan siap mendukung gerakan berkebaya.

“Kebaya bukan sekedar kekayaan warisan budaya bangsa yang wajib dilestarikan tapi juga bisa menjadi tren fashion. Tidak hanya digunakan kaum ibu tapi juga bisa di modifikasi untuk fashion anak muda, kami sangat mengapresiasi,” pungkas Diah Warih. (dea/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...