25 C
Semarang
Minggu, 15 Maret 2026

Ratusan Seniman Suarakan Carut Marut Demokrasi di Panggung Mimbar Rakyat


JATENG POS. CO. ID, SEMARANG – Ratusan orang dari berbagai latar belakang seniman, menggelar aksi damai bertajuk ” Mimbar Rakyat ” untuk menyuarakan aspirasi, terkait ketidakberesan kebijakan pemerintah Jokowi akhir – akhir ini.

Kegiatan yang dihelat di pelataran Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Minggu (25/8) malam kemarin, Mereka yang hadir dari beberapa kalangan usia itu duduk melingkar tepat di depan patung Raden Saleh yang berdiri tegap dan dibalut tulisan “Peringatan Darurat”.

Dalam kegiatan itu, disuguhkan serangkaian orasi  budaya dari beberapa tokoh ataupun perwakilan komunitas di Semarang. 

Ada pula serangkaian aksi baca puisi dari beberapa pihak dan di tutup oleh rangkaian pertunjukan musik yang berisi unit-unit musik berpengaruh di Semarang antara lain dari Radical Corps, Ejakulator, Tridhatu, Octopuz Rock, Tsaqiva Kinasih, Figura Renata, dll.

Baca juga:  Bank Jateng Raih Penghargaan di Prominent Awards 2024: Komitmen Kuat dalam Mendukung UMKM

Rudy Murdock selaku penggagas kegiatan mengatakan, sebagai seorang sebagai seniman ketika itu tau apa yang salah maka seniman berkewajiban untuk meluruskan dan melakukan refleksi atas kondisi negara beberapa waktu terakhir ini dari perspektif seni dan budaya sekaligus menunjukan keberpihakan dengan jelas.

“Tidak punya harapan apa-apa terhadap pemerintahan ini. Cuma, harapanya kepada Tuhan kita semua diberikan kesehatan tetap melawan. Yang jelas, sebagai seorang Seniman kami berkewajiban untuk meluruskan,” terang Rudy yang juga sebagai Anggota Pembina Dewan Kesenian Semarang.

Kegiatan yang digelar tersebut, merupakan bentuk kerja sama dengan Kolektif Hysteria, Aksi Kamisan Semarang, Dahana Media dan UKM Musik Universitas Semarang. 

Ditempat yang sama, Manajer Program Kolektif Hysteria, Kesit Widjanarko menambahkan penting bagi para seniman dan aktivis, untuk menunjukan kepada para mahasiswa dan elemen-elemen lainnya yang hari ini terus bergerak menyuarakan kritik dan protes atas segala tindakan penguasa yang berjalan pada koridor ketidak-benaran, bahwa mereka tidak sendirian. 

Baca juga:  Penjaringan Cawalkot PDIP Ditutup Besok, Mbak Ita Belum Daftar

“Kegiatan ini, kami harapkan menjadi pemantik bagi yang lainnya untuk bersikap yang sama; berani menunjukan keberpihakan” tambah Kesit yang juga sekaligus seorang musisi. (ucl/jan)



TERKINI


Rekomendasi

...

Gus Yasin Sowan Nyai Muhsinah, Isteri Mbah...

Kaesang Batal Maju? MK Tegaskan Usia Calon...

Dukungan Terus Mengalir 1000 Kiai Doa Bersama...

Mbak Ita Dukung Anak Muda Jadi Pengusaha