25.9 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Mbah Munif Berikan Tongkat Minta Ahmad Luthfi Tebar Senyum ke Masyarakat

JATENGPOS. CO. ID, EMAK – Pesan khusus diberikan Pengasuh Ponpes Girikusumo Demak KH Munif Muhammad Zuhri atau Mbah Munif pada Cagub Ahmad Luthfi. Sebuah tongkat berukir juga diserahkan pada mantan Kapolda Jateng tersebut.

Kedatangan Ahmad Luthfi langsung disambut di pelataran pondok oleh Mbah Munif. Tangan Mbah Munif menggamit tangan Ahmad Luthfi, sambil berjalan memasuki ruangan. Cukup lama keduanya berbincang sambil duduk lesehan. Diselingi minum dan makan, mereka bercerita banyak tentang Indonesia dan Jawa Tengah.

Mbah Munif semula menceritakan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini. Hal itu bisa ditekan dengan sikap elit yang bisa menciptakan suasana tenang, damai dan aman. Bahkan ia tak sepakat dengan debat Pilpres lalu yang selanjutnya menimbulkan suasana tidak nyaman.

Khusus Jawa Tengah, Mbah Munif menyebut cukup kondusif. Namun ia berpesan pada Ahmad Luthfi apa yang harus dilakukan saat dirinya berkeliling bertemu masyarakat. “Senyum dengan masyarakat miskin. Ini yang kita butuhkan. Biar hati orang miskin tidak kecil,” pesan Mbah Munif, Selasa 17 September 2024.

Pesan itu membuat seisi ruangan hening. Beberapa orang terlihat meneteskan air mata. Mata Cagub Ahmad Luthfi pun terlihat mulai berair karena merasakan pesan mendalam yang begitu berarti.

Baca juga:  Turut mendukung Asean Para Games 2022

Menurut Mbah Munif, jika ingin membantu masyarakat Jateng secara pribadi maka tidak akan cukup. Turun ke masyarakat juga bukan soal uang atau lainya. “Nek sampeyan ngedumi wong sak Jateng, tidak cukup. Tapi murah senyum itu lebih dari semua. Masyarakat bawah yang dibutuhkan adalah sapaan dan senyuman,” tandasnya.

Senyum juga merupakan anjuran dari Rasulullah sebagai panutan umat muslim dimanapun berada. Melalui senyum juga menambah eratnya jalinan silaturahmi.

Ia meminta semua pemimpin baik di Jateng maupun di Indonesia pada umumnya agar bisa menjaga rasa aman dan memberikan rasa nyaman pada masyarakat. Termasuk para tokoh-tokoh agama harus bisa berperan atas keberlangsungan negeri ini.

Ia berharap besar pada kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto mendatang. Ia dinilai telah makan banyak asam garam sehingga akan lebih baik lagi dalam mengelola negeri ini.

Usai makan bersama, Mbah Munif tanpa memberitahu langsung masuk ke ruangan kecil yang berada di sebelah ruang pertemuan. Saat keluar, ia membawa sebuah tongkat berukir yang langsung diserahkan pada Ahmad Luthfi. Kemudian keduanya masuk ke dalam ruangan berbeda.

Baca juga:  Airsoft Gun Ilegal Marak di Jateng

Saat ditanya apa makna tongkat tersebut, ia enggan menyampaikannya. “Silakan diartikan sendiri. Saya tak punya apa-apa untuk saya haturkan ke beliau. Saya hanya punya itu,” kata Mbah Munif.

Diketahui, sejauh ini Mbah Munif hanya dua kali menyerahkan tongkat seperti itu. Sebelum Ahmad Luthfi, Presiden Jokowi lebih dahulu menerimanya.

Dalam kesempatan itu juga, Mbah Munif dua kali mengatakan sudah lama ingin bertemu Ahmad Luthfi. “Saya lama ingin ketemu beliau, tapi saya kalah bagus (ganteng),” ujarnya sambil tersenyum.

Mendapatkan tongkat dan pesan Mbah Munif, Ahmad Luthfi mengaku akan menjalankan amanat tersebut. Doa dan restu Kyai dan sesepuh akan menjadi penyemangat dalam mengabdi untuk masyarakat.

“Usaha harus dijalankan, tapi doa-doa para kyai dan sesepuh bisa menembus langit,” ucap Ahmad Luthfi singkat.

Keduanya lantas keluar ruangan. Mbah Munif menggandeng tangan Ahmad Luthfi menuju kendaraan yang ia gunakan di pelataran.(*/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...