25 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Peran Ayah dalam Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Karakter Anak

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG- Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November merupakan momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis ayah dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Kajian mengenai relevansi peran ayah dalam pembentukan karakter anak dan ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial kontemporer, khususnya dalam konteks keluarga Indonesia. Dengan meninjau berbagai literatur dan praktik pemberdayaan keluarga di Jawa Tengah, tulisan ini menyoroti sinergi antara peran ayah dan ibu dalam mewujudkan keluarga berdaya, dan harmonis.

Peringatan Hari Ayah Nasional memiliki makna mendalam dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya figur ayah dalam keluarga. Jika Hari Ibu telah lama menjadi momen penghargaan bagi peran perempuan dalam keluarga, maka Hari Ayah memberikan ruang refleksi atas kontribusi laki-laki sebagai pendamping, pelindung, dan teladan bagi anak-anaknya.

Di Indonesia, Hari Ayah Nasional pertama kali dideklarasikan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Solo, Jawa Tengah, pada 12 November 2006. Fakta historis ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Tengah karena daerah ini menjadi pelopor lahirnya momentum nasional yang bermakna bagi seluruh keluarga Indonesia.

Peran Ayah dalam Ketahanan Keluarga

Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh keharmonisan relasi antaranggota keluarga. Ayah memiliki fungsi strategis dalam :

Baca juga:  Wisata Sitalang Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Memberikan Teladan Moral dan Disiplin. Anak-anak belajar tanggung jawab, integritas, dan kerja keras melalui figur ayah yang konsisten dalam perilaku dan ucapan.

Menjaga Stabilitas Emosional Keluarga. Kehadiran ayah yang penuh kasih dan keterlibatan aktif dalam pengasuhan menciptakan rasa aman psikologis bagi anak dan pasangan.

Mendorong Kesetaraan dalam Peran Keluarga. Dalam keluarga modern, ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai mitra sejajar ibu dalam pendidikan anak dan pengelolaan rumah tangga.

Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dengan keterlibatan ayah yang tinggi cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri, empati, dan prestasi akademik yang lebih baik.

Konteks Sosial dan Tantangan Kekinian

Perubahan sosial akibat perkembangan teknologi dan mobilitas kerja menimbulkan tantangan baru dalam peran ayah. Fenomena absentee father (ayah yang jarang hadir secara emosional maupun fisik) menjadi isu yang perlu diantisipasi. Di sisi lain, pandemi dan era digital menunjukkan bahwa ayah juga dapat beradaptasi melalui keterlibatan virtual, komunikasi terbuka, serta kolaborasi dengan ibu dalam kegiatan pembelajaran anak di rumah.

Tim Penggerak PKK Jawa Tengah dapat memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan kapasitas keluarga melalui pendidikan pengasuhan berbasis kesetaraan dan nilai-nilai Pancasila. Program seperti Ayah Mengantar Sekolah wadah yang efektif untuk meningkatkan pemahaman peran ayah dan ibu dalam pembangunan karakter anak.

Baca juga:  Gerak Cepat Jasa Raharja Untuk Korban Laka Maut di Pati

Dalam momentum Hari Ayah Nasional 2025, ada beberapa langkah strategis yang dapat diupayakan :

Mengintegrasikan pendidikan peran ayah dalam program PKK, posyandu, dan lembaga pendidikan masyarakat.

Mendorong kebijakan ramah keluarga, termasuk cuti ayah dan waktu kerja fleksibel agar ayah dapat lebih terlibat dalam pengasuhan.

Mengangkat figur ayah teladan di tingkat desa/kelurahan sebagai inspirasi bagi masyarakat luas.

Peringatan Hari Ayah Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Peran ayah yang aktif, hangat, dan bertanggung jawab menjadi fondasi bagi lahirnya generasi berkarakter, cerdas, dan berempati.

Sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan keluarga, Tim Penggerak PKK Jawa Tengah kedepannya perlu berkomitmen untuk terus mengembangkan program yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sinergi peran ayah dan ibu demi terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera, dan berdaya saing. (*)

Oleh:

Gouw Ivan Siswanto, S.H., M.Th.

Staf Ahli Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah



TERKINI

Rekomendasi

...