24 C
Semarang
Rabu, 11 Februari 2026

Bunda Literasi Jawa Tengah Targetkan Punya 8.563 Perpustakaan Desa/ Kelurahan

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Untuk meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat, Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menekankan satu langkah strategisnya, dengan mengoptimalkan keberadaan perpustakaan desa dan kelurahan. Diharapkan, satu desa/ kelurahan memiliki satu perpustakaan.

Hal tersebut dipaparkan Nawal usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda Literasi Jawa Tengah 2026 bertema “Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan” yang digelar di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (10/2/2026). Saat ini Jateng telah memiliki sebanyak 7.621 perpustakaan desa/ kelurahan. Pihaknya menargetkan jumlah itu terus meningkat, hingga mencapai 8.563 perpustakaan, seiring dengan total desa/ kelurahan di Jawa Tengah.

“Harapannya di 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah ini ada satu perpustakaannya. Saat ini ada di angka 7.621 perpustakaan, harapannya nanti setiap desa/ kelurahan memiliki perpustakaan,” ucap dia.

Nawal menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan perpustakaan desa/ kelurahan, sebagai pusat gerakan literasi masyarakat agar budaya gemar membaca terus meningkat.

Upaya ini juga didukung dengan 36 perpustakaan daerah tingkat kabupaten/ kota dan provinsi, 22.388 perpustakaan sekolah yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA, serta 1.425 perpustakaan khusus yang terdiri dari perpustakaan instansi daerah, rumah ibadah, lapas, dan masyarakat.

Baca juga:  Gmedia, Gelar Fiber Optic Area Terboyo Megah

Menurutnya, setiap jenis perpustakaan memiliki segmentasi pembaca tersendiri. Jika semuanya bergerak secara masif, TGM masyarakat Jateng diyakini akan terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jateng mengalami peningkatan dari 71,31 persen pada 2023, menjadi 73,91 persen pada 2024. Bahkan pada 2023, Jateng menempati peringkat kedua provinsi dengan TGM tertinggi secara nasional.

Selain itu, literasi berbasis akar rumput juga diperkuat, dengan mengoptimalkan fungsi taman baca masyarakat (TBM) yang digerakkan oleh pegiat, relawan, dan komunitas literasi. Saat ini tercatat ada sebanyak 1.297 TBM di seluruh Jateng.

Lebih lanjut, Nawal mendorong peran aktif Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota untuk menghadirkan berbagai inovasi. Pasalnya, Bunda Literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak kegiatan literasi, kolaborator literasi, edukator literasi, serta motivator literasi.

Baca juga:  Bupati Klaten Maju Calon Wakil Gubernur Jateng 

Menurut dia, peran Bunda Literasi juga dapat mendukung program Gubernur Ahmad Luthfi untuk meningkatkan kualitas SDM dan mempecepat penurunan angka kemiskinan.

“Titik tekannya adalah bagaimana inovasi dari Bunda Literasi bisa muncul. Jadi bukan hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga mampu menggerakkan pemberdayaan masyarakat, sehingga turut berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah,” jelasnya.

Di luar itu, Nawal juga mendorong pengembangan literasi berbasis budaya. Menurutnya, perpustakaan desa dapat menjadi sarana untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Pihaknya berharap sinergi Bunda Literasi di Jawa Tengah semakin kuat, supaya program-program literasi yang telah disusun dapat berjalan dengan baik.

“Maka salam literasi untuk seluruh masyarakat di Jawa Tengah. Mudah-mudahan pada hari ini menjadi salah satu titik tolak untuk kemajuan literasi di Jawa Tengah,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng. (jan)



TERKINI

Rekomendasi

...