28 C
Semarang
Selasa, 3 Maret 2026

Gubernur Resmikan Embung Karangjati

JATENGPOS. CO. ID, BLORA – Upaya mengejar target produksi padi 9,5-10,5 juta ton pada 2026 terus digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satu jurusnya adalah memperbanyak embung sebagai sumber irigasi dan air baku. Terbaru, dua embung di Karangjati, Kabupaten Blora, diresmikan dan diproyeksikan mampu mengairi 40 hektare lahan serta mendorong petani panen hingga tiga kali setahun.

Peresmian Embung Karangjati dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin, 2 Februari 2026. Embung yang berada di Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, itu terdiri atas Embung Utara dan Embung Selatan dengan total kapasitas tampung hampir 68 ribu meter kubik.

Embung Utara memiliki dimensi 78×68 meter persegi dengan volume sekitar 18.678 meter kubik. Sementara Embung Selatan berdimensi 138×93 meter persegi dengan volume 49.320 meter kubik. Proyek senilai Rp 8,5 miliar tersebut dibangun untuk menopang irigasi lahan pertanian, menyediakan air baku saat kemarau, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.

Baca juga:  Tidak Ada Mufakat, MWA Tetapkan 3 Calon Rektor UNS dengan Voting

ā€œEmbung ini bisa menghidupi 40 hektare lahan dan memungkinkan sampai tiga kali panen. Ini juga menggerakkan UMKM. Ini roadmap untuk daerah lain,ā€ kata Ahmad Luthfi usai peresmian.

Menurutnya, semakin banyak embung yang dibangun, semakin besar peluang peningkatan produktivitas padi di Jawa Tengah. Pada 2025, Pemprov Jateng telah membangun sekitar 10 embung dengan total anggaran Rp43 miliar yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Program tersebut akan diperluas pada 2026.

ā€œ2026 kita tingkatkan lagi karena ini betul-betul mengaktifkan ekonomi rakyat,ā€ ujarnya, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jateng Henggar Budi Anggoro.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan Embung Karangjati yang telah dinantikan kelompok tani sejak 2017. Ia menyebut proyek tersebut semula masuk dalam rencana proyek strategis nasional, namun respons cepat Pemprov Jateng membuat pembangunannya bisa dipercepat.

Baca juga:  GERAM Jateng Minta KPU Tes Urine Calon Kepala Daerah

ā€œEmbung ini akan meningkatkan produksi padi di Blora. Kami komitmen mendukung ketahanan pangan 2026. Untuk ternak kami terbesar di Jateng, jagung kedua, dan padi keenam,ā€ ujarnya.

Perwakilan Kelompok Tani Sidodadi, Karyono, mengaku kehadiran embung menjadi angin segar bagi petani setempat. Selama ini, lahan pertanian di Karangjati mengandalkan tadah hujan sehingga hanya mampu satu kali tanam padi per tahun.

ā€œKalau dipaksakan dua kali sering gagal karena kekurangan air. Dengan embung ini kami optimistis bisa sampai tiga kali tanam, padi-padi-hortikultura atau tembakau,ā€ katanya.

Dengan tambahan infrastruktur air tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap produktivitas pertanian meningkat signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah. (rit)



TERKINI

Rekomendasi

...