JATENGPOS.CO. ID, SEMARANG- Dewangga Lil Hajj Wal Umrah Semarang melakukan kegiatan bakti sosial Ramadan dengan mengunjungi Yayasan Rumah Anak Surga di Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (13/3/2026).
Tak hanya menyerahkan bantuan, Manajemen Dewangga juga menghabiskan waktu bersama anak-anak dengan bermain, bercengkerama, serta berbagi kebahagiaan di tengah suasana Ramadan.
Direktur Operasional Dewangga, Joko Suratno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda sosial Dewangga yang rutin dilaksanakan, khususnya pada momentum Ramadan.
Selain memberikan bantuan, pihaknya ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yang diasuh di yayasan ini.
“Kami datang bersama tim, sekadar bermain dengan anak-anak, bercerita, dan memberikan sedikit bantuan. Memang tidak banyak, tetapi kami berharap bisa membantu kebutuhan mereka,” katanya.
Menurut Joko, pemilihan Yayasan Rumah Anak Surga tidak dilakukan secara khusus. Kunjungan tersebut berawal dari informasi yang diperoleh tim Dewangga yang mengenal yayasan tersebut dan melihat adanya kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
“Kami tidak memilih-milih. Kebetulan ada tim kami yang mengenal tempat ini, sehingga kami datang berkunjung. Dan Insyaallah ke depan kami juga akan mengunjungi tempat-tempat lain yang membutuhkan,” jelasnya.
Joko menambahkan, kegiatan sosial menjadi bagian penting dari program Dewangga dan tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja.
“Ini memang agenda kami setiap tahun. Bahkan tidak hanya di bulan puasa, kegiatan sosial seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian,” imbuhnya.
Yeni, Humas Rumah Anak Surga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kepedulian Dewangga terhadap anak-anak yang diasuh di yayasan tersebut.
Ia menjelaskan, saat ini Rumah Anak Surga mengasuh total 25 anak. Sebanyak 19 anak berusia sekitar dua hingga dua setengah tahun, sementara enam lainnya masih bayi dengan usia antara dua hingga sembilan bulan.
Anak-anak yang diasuh di yayasan tersebut berasal dari dua kategori. Yakni anak yang diserahkan sepenuhnya kepada yayasan dan anak yang dititipkan sementara oleh orang tuanya.
“Untuk anak yang diserahkan biasanya berlatar belakang kehamilan tidak diinginkan, kasus kekerasan seksual, atau karena orang tua tidak mampu merawat anak tersebut,” jelasnya.
Sedangkan anak yang dititipkan umumnya berasal dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan keluarga seperti kekerasan dalam rumah tangga.
Yayasan juga menerapkan proses verifikasi sebelum menerima anak yang dititipkan.
“Kami melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan kondisi ekonomi orang tua benar-benar tidak mampu.Jika orang tuanya mampu, kami tidak menerima, karena fokus kami adalah bayi-bayi yang benar-benar terlantar,” katanya.
Anak-anak yang diasuh di Rumah Anak Surga tidak hanya berasal dari Kota Semarang. Tetapi juga dari berbagai daerah lain di Jawa, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menebarkan kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Kebersamaan sederhana, perhatian, dan bantuan yang diberikan menjadi bentuk nyata kasih sayang bagi anak-anak yang membutuhkan uluran tangan. (prs/has)










