30 C
Semarang
Sabtu, 28 Maret 2026

Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Jateng Upayakan Percepatan Pembangunan Huntara




JATENGPOS. CO. ID, BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Jumat 27 Maret 2026.

Pihaknya terus mengupayakan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di wilayah tersebut.

Taj Yasin menyampaikan, huntara warga bagi warga terdampak saat ini masih dalam proses pengadaan. Sebab, lahan yang akan dibangun merupakan lahan milik Perhutani. Tak ayal, perlu hati-hati dalam penggunaannya.

“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvey, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan,” katanya.


Salah seorang warga, Asro berharap, agar huntara segera dibangun, karena mereka sudah lama tinggal di pengungsian.

Baca juga:  Tingkatkan Perekonomian Jawa Tengah, Bank Jateng Raih Penghargaan The Best Indonesia Finance 2024

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat,” katanya.

Warga lainnya, Masripah, juga berharap segera dibangun huntara. Terlebih, tempat tinggal asalnya sudah tidak bisa lagi ditempati.Meskipun saat ini berada di lokasi aman, Masripah berharap segara dibangunkan huntara biar lebih nyaman.

Masripah juga sangat bersedih karena Lebaran tahun ini urung bersua dengan dua anaknya yang berada di perantauan. Mereka yang tinggal di luar kota tahun ini tidak bisa pulang karena tidak memiliki rumah tujuan.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan perhatian kepada warga terdampak. “Harapan kami pertama huntara dipercepat, ” kata Sudiryo.

Baca juga:  1.000 Siswa Divaksin di SMP Negeri 9 Semarang

Dijelaskan dia, huntara yang dibutuhkan sebanyak 143 unit, untuk mengakomodasi 176 KK. Adapun jumlah warga terdampak sebanyak 533 jiwa.

Sudiryo mengatakan, sejauh ini sudah ada rencana lahan yang dipergunakan sebagai huntara. Yakni, lahan milik Perhutani di petak 34 G tepatnya di Dusun Susunda.

“Warga menghendaki rumah untuk huntara memanfaatkan material bekas rumah yang ada,” imbuhnya. (Ucl)




TERKINI




Rekomendasi

...