32.4 C
Semarang
Rabu, 1 April 2026

Hanya Ramai di Momen Tertentu, Fraksi Gerindra DPRD Jateng Minta Pengelolaakn Objek Wisata Dievaluasi




JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola objek wisata, menyusul masih dominannya pola kunjungan yang bersifat musiman.

Destinasi wisata di Jawa Tengah dinilai belum mampu menarik wisatawan secara konsisten sepanjang tahun dan masih bergantung pada momentum tertentu seperti libur Lebaran dan Tahun Baru.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, mengatakan kondisi tersebut menjadi catatan penting hasil reses anggota fraksi di berbagai daerah pemilihan (dapil), khususnya di sektor pariwisata.

Dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah destinasi, ditemukan beragam persoalan mulai dari pengelolaan yang belum optimal hingga kurangnya inovasi dalam menarik minat wisatawan.


“Di sektor pariwisata, kami memandang perlu adanya evaluasi mendalam terhadap tata kelola objek wisata agar mampu bersaing dalam jangka panjang,” ujar Sudarsono dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Baca juga:  Akibat Korsleting Mobil, Sebuah Rumah Mewah Ludes Terbakar

Ia menegaskan, reses merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD, yang tidak hanya memantau program pembangunan pemerintah, tetapi juga menyerap serta menghimpun aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.

“Begitulah realita yang kami dapatkan di lapangan, perlu ada pembenahan. Apalagi kita tahu bahwa pengembangan wisata sangat penting dalam menyumbang pendapatan daerah,” kata Anggota Komisi C DPRD Jateng ini.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran 2026 mencapai 687.470 orang atau meningkat 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 653.178 kunjungan.

Namun demikian, peningkatan itu dinilai belum mencerminkan keberlanjutan kunjungan wisata sepanjang tahun. Fraksi Gerindra menilai, tanpa pembenahan tata kelola yang serius, potensi besar sektor pariwisata Jawa Tengah belum dapat dimaksimalkan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Baca juga:  Jasa Raharja - BNPT Bersinergi Gelar Pelatihan Digital Marketing dan Beasiswa untuk Eks Napiter

“Objek wisata tidak boleh hanya ramai saat momen tertentu, tetapi harus mampu menciptakan kunjungan berkelanjutan melalui manajemen promosi yang cerdas dan terintegrasi,” tegas Sudarsono.

Selain aspek promosi, Fraksi Gerindra juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan di destinasi wisata, mulai dari kebersihan, keramahan, hingga penguatan narasi budaya yang menjadi daya tarik khas daerah.

“Belajar dari pengelolaan pariwisata di DIY, Jawa Tengah perlu mengedepankan kebersihan, keramahan, dan kreativitas narasi budaya agar memiliki daya saing yang kuat,” lanjut Sudarsono.

Lebih lanjut, pihaknya meminta Pemprov Jawa Tengah untuk memperkuat dukungan dan pembinaan terhadap pelaku pariwisata, khususnya desa wisata, agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

“Desa wisata memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Jawa Tengah,” pungkas Sudarsono. (sgt)




TERKINI




Rekomendasi

...